YERUSALEM - Kementerian Pertahanan Israel menyetujui pembangunan 50 unit rumah baru permukiman Yahudi di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Puluhan unit rumah tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan 1.450 unit rumah di Tepi Barat meskipun ditentang Amerika Serikat. Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dijadwalkan melawat ke AS untuk membahas perbedaan pendapat dengan Washington mengenai masalah permukiman Yahudi.
Dia akan bertemu utusan AS untuk Timur Tengah George Mitchell. Dalam surat yang diajukan Kementerian Pertahanan Israel ke Mahkamah Agung, mereka menjelaskan rencana memindahkan permukiman dari Migron ke permukiman Adam, utara Yerusalem.
Migron merupakan sebuah bangunan di lokasi terdepan di Tepi Barat yang dibangun tanpa izin Pemerintah Israel. Berdasarkan surat tersebut, rencana pembangunan 1.450 rumah itu dilakukan di permukiman Adam. Surat itu merupakan respons atas gugatan pengadilan yang diajukan kelompok warga Israel yang menentang pembangunan permukimanYahudi, Peace Now.
Namun Kementerian Pertahanan Israel saat ini membatasi hanya 50 unit rumah yang akan dibangun. Adapun pembangunan unit rumah tambahan membutuhkan izin terpisah. Laporan berbeda diungkapkan Peace Now yang menjelaskan, 2.500 unit rumah saat ini sedang dibangun di Tepi Barat.
Presiden AS Barack Obama sangat menentang pembangunan permukiman Yahudi tersebut karena dianggap merusak upaya perdamaian dengan Palestina. Sebanyak 500.000 warga Israel saat ini menetap di Tepi Barat dan Yerusalem Timur Arab, wilayah yang dicaplok Israel pada perang 1967.
Warga Palestina menganggap pembangunan permukiman Yahudi itu tindakan ilegal berdasarkan Pengadilan Dunia.
Di Kota Ramallah,Tepi Barat, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengulangi kembali penolakannya untuk melakukan negosiasi hingga Israel membekukan pembangunan permukiman. "Kami tidak akan menerima berlanjutnya pembangunan permukiman," kata Abbas.
(Koran SI/Koran SI/ton)