TEHERAN - Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mengatakan pertemuan para pemimpin negara-negara industri maju, G8, akan membahas kemungkinan pemberian sanksi untuk Iran.
Berlosconi menyatakan kekerasan yang terjadi pascapemilihan presiden di Iran akan menjadi agenda utama selama pertemuan yang akan berlangsung pada 8 hingga 10 Juli mendatang itu.
"Saya yakin G8 akan mencapai arah itu (sanksi)," kata Berlusconi seperti dikutip Press TV, Selasa (30/6/2009).
Meski Italia merupakan negara Eropa yang paling erat hubungan dagangnya dengan Iran, Italia menolak untuk menginterfensi pertemuan G8 itu.
Selama pertemuan tingkat menteri luar negeri G8, pekan lalu, Italia juga menunjukkan sikap kerasnya kepada Iran yang mengecam penanganan demonstrasi yang berujung pada tewasnya belasan demonstran.
Italia juga memerintahkan kedutaannya di Teheran untuk mempermudah pemberian visa bagi demonstran untuk lari dari negara itu.
Sementara pemerintah Iran menuding keterlibatan tangan-tangan Barat untuk membuat rusuh negerinya melalui momentum pilpres tahun ini. Pada Sabtu pekan lalu, Iran menangkap delapan staf lokal kedutaan Inggris di Teheran. Namun lima di antaranya sudah dibebaskan Senin kemarin.
Dewan Garda, Senin malam waktu Teheran, memastikan kemenangan Mahmoud Ahmadinejad sebagai presiden Iran yang baru. Keputusan itu dikeluarkan setelah digelar penghitungan ulangĀ sebagian surat suara. Dewan Garda memastikan tidak ada perbedaan jumlah suara yang signifikan.
(ton)