SEOUL - Menteri Pertahanan Korea Selatan menegaskan, Lee Sang-hee mengatakan Korea Utara tampaknya melanjutkan program pengayaan uranium.
Hal itu meningkatkan kekhawatiran bahwa Korut mungkin akan menggunakan bahan tersebut untuk membuat senjata atom. Berbicara di hadapan para anggota parlemen, Lee Sang-hee mengatakan bahwa Korut sedang melanjutkan program tersebut. "Sangat jelas bahwa Korut akan melaksanakan pengayaan uranium," ujar Lee.
Ketegangan di Semenanjung Korea memanas setelah Korut menggelar uji coba nuklir kedua pada 25 Mei silam. PBB pun mengeluarkan sanksi baru bagi Pyongyang. Ketika itu, Pyongyang mengatakan bahwa pihaknya akan memulai pengayaan uranium. Lee menilai proses pengayaan lebih mudah bagi Korut untuk menyembunyikan dibandingkan memproses kembali cadangan plutonium untuk membuat bom atom.
Pasalnya, pengayaan uranium baru itu dapat dilaksanakan dengan memerlukan tempat yang lebih kecil, yaitu 600 meter persegi. Pyongyang memiliki persediaan yang banyak uranium, dan negara itu dapat melakukan program pengayaan di sarana bawah tanah atau di sarana tersembunyi, jauh dari pantauan satelit mata-mata Amerika.
AS mengklaim, Pyongyang pada 2002 telah menjalankan program pengayaan nuklir yang dilakukan secara rahasia. Korut kemarin mengungkapkan kembali retorika permusuhan. Pyongyang mengancam akan membuat nuklir yang mampu mencegah rudal-rudal AS.
Kemungkinan, ancaman itu merupakan persiapan negara komunis tersebut untuk melancarkan misil. Harian milik kabinet pemerintahan Korut Minju Joson melaporkan, Korut siap menghadapi perang nuklir dengan AS jika memang situasi "mematikan".
(Koran SI/Koran SI/ton)