WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton ternyata tidak sependapat dengan pernyataan keras Presiden Barack Obama terhadap Iran yang disampaikan pekan lalu.
Diberitakan Fox News, Rabu (1/7/2009) yang mengutip laporan The Washington Times, Hillary memang sudah meminta Obama mengeluarkan pernyataan terkait gejolak politik Iran. Namun mantan Ibu Negara itu terkejut dengan isi pernyataan Obama yang dianggap terlalu keras.
Dalam pernyataannya yang disampaikan 23 Juni itu, Obama menyebutkan dirinya "terkejut" dengan sikap pemerintah Iran itu. Obama juga menyampaikan "kecaman keras" atas penanganan demonstrasi itu.
Namun setelah itu Obama tidak mengeluarkan kata "kecaman keras" lagi, melainkan menggantinya dengan kata yang lebih halus, yaitu "keprihatinan yang mendalam" atas situasi yang terjadi dan meminta Iran untuk "menghormati kebebasan berpendapat rakyatnya."
Menurut sumber dalam yang tidak ingin disebutkan namanya, Hillary sebenarnya mendukung sikap tegas AS terhadap Iran. Namun Hillary tidak menyangka kata-kata Obama dalam pernyataannya terlalu keras.
Guardian melaporkan, ini merupakan kasus ketidaksepahaman pertama antara mantan rival calon presiden dari Partai Demokrat itu.
Pejabat lain menyatakan sebenarnya Obama telah mengirimkan isi pernyatannya itu ke kantor Departemen Luar Negeri sehari sebelumnya. Namun Hillary mengaku tidak mengetahui hingga Obama menyampaikannya ke publik.
(ton)