WASHINGTON - Presiden Barack Obama mengatakan bahwa penarikan pasukan Amerika Serikat dari kota-kota di Irak sebagai sebuah tonggak sejarah. Namun dia mengingatkan masa-masa sulit masih akan terus datang.
"Akan ada hari-hari yang sulit di depan, dan itu akan menguji pasukan keamanan Irak dan ketetapan hati rakyat untuk melalui pemboman sektarian," kata Obama, seperti dikutip dari Press TV, Kamis (2/7/2009).
Obama juga menasihati para pemimpin faksi-faksi yang berbeda di Irak untuk mengambil pilihan menyelesaikan konflik dan mengatasi rintangan guna mencapai rekonsiliasi politik.
Pada Selasa 30 Juni lalu, seluruh pasukan AS di Irak ditarik dari kota-kota di Irak yang ditandai dengan sebuah upacara di Baghdad. Tanggal tersebut dianggap sebagai hari kedaulatan, di mana pasukan keamanan Irak yang mengambil alih peran pasukan AS merayakannya dengan berparade menggunakan tank dan kendaraan perang.
Namun sebelumnya, rencana penarikan mundur pasukan AS tersebut diiringi dengan serangkaian serangan bom di beberapa wilayah. Sedikitnya 250 nyawa melayang dalam dua pekan akibat serangan bom.
Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki telah berulang kali mengingatkan bahwa serangan militan akan terus meningkat dalam beberapa pekan ini, untuk merusak kepercayaan diri pasukan keamanan Irak.
(jri)