Getting Time...

Israel Langgar Aturan Perang

Nurfajri Budi Nugroho
Kamis, 02 Juli 2009 12:23 wib
Pesawat tempur F-16 milik Israel (Press TV)
Pesawat tempur F-16 milik Israel (Press TV)
YERUSALEM - Amnesty International menyebutkan, serangan Israel pada Desember-Januari lalu telah mengakibatkan kehancuran luar biasa, bahkan banyak memakan korban warga sipil Palestina.

Hal tersebut diungkapkan lembaga pemantau hak asasi manusia yang berbasis di London itu, dalam laporan setebal 117 halaman mengenai gempuran Israel selama 22 hari ke Gaza, yang dilansir hari ini, Kamis (2/7/2009). Dalam laporan itu, Amnesty menyatakan Israel telah melanggar aturan-aturan perang.

Amnesty juga menyatakan tidak adanya bukti yang mendukung klaim Israel bahwa para gerilyawan Gaza menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia. Sebaliknya, bukti yang ada memastikan bahwa serdadu Israel telah menempatkan anak-anak dan warga sipil lainnya ke dalam bahaya.

Lembaga itu menyebut ada 1.400 warga Palestina yang tewas dalam operasi Cast Lead oleh Israel, termasuk 300 anak-anak dan warga sipil yang tak berdosa. Angka tersebut sejalan dengan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan di Gaza dan Pusat Hak Asasi Manusia Palestina.

Sementara militer Israel menyebut jumlah korban tewas di kalangan warga Palestina sebanyak 1.166, dan 295 di antaranya warga sipil. Sementara dari pihak Israel, jumlah korban tercatat 13 orang, termasuk di antaranya tiga warga sipil.

"Kerusakan timbul karena serangan dilakukan secara serampangan dan sengaja," sebut Amnesty, yang dikutip Reuters.
(jri)
TWITTER »
twit