WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton batal mendampingi Presiden Barack Obama untuk mengunjungi Rusia, Senin pekan depan. Hillary hanya akan mengutus perwakilan.
"Menteri Hillary Clinton tidak akan ikut ke Moskow. Dia akan mengirim pejabat Departemen Luar Negeri untuk menggantikan posisinya," kata seorang sumber Deplu seperti dikutip AFP, Kamis (2/7/2009).
Tidak disebutkan alasan pembatalan itu. Pekan lalu mantan Ibu Negara itu juga membatalkan kepergiannya ke Yunani dan Italia untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri negara-negara industri maju, G8. Saat itu Hillary sedang dalam masa pemulihan pascaoperasi siku tangan yang patah karena terjatuh di kantor Deplu, 17 Juni lalu.
Obama dijadwalkan tiba di Moskow, Rusia, Senin pekan depan dengan istrinya, Michelle. Presiden AS ke-44 itu akan bertemu dengan Presiden Rusia Dmitry Mecvedev dan Perdana Menteri Vladimir Putin.
Selanjutnya Obama akan melanjutkan perjalanan ke Italia untuk menghadiri pertemuan tingkat kepala negara G8.
Namun pejabat Deplu menyatakan, Hillary tidak akan membatalkan kunjungannya ke beberapa negara Asia bulan ini. "Dia sudah rencanakan untuk ke Asia," kata pejabat itu.
Hillary sebelumnya dikabarkan pernah berbeda pendapat terkait pernyataan Obama terhadap Iran yang dianggap terlalu keras.
Dalam pernyataan yang disampaikan 23 Juni itu, Obama menyebutkan dirinya "terkejut" dengan sikap pemerintah Iran. Obama juga menyampaikan "kecaman keras" atas penanganan demonstrasi itu.
Namun setelah itu Obama tidak mengeluarkan kata "kecaman keras" lagi, melainkan menggantinya dengan kata yang lebih halus, yaitu "keprihatinan yang mendalam" atas situasi yang terjadi dan meminta Iran untuk "menghormati kebebasan berpendapat rakyatnya."
Surat kabar Guardian melaporkan, ini merupakan ketidaksepahaman pertama antara manta rival calon presiden dari Demokrat itu.
(ton)