SEOUL - Korea Utara menembakkan dua rudal jarak pendek, Kamis ini. Uji coba itu semakin meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan seperti dikutip Reuters, Kamis (2/7/2009), melaporkan negara Komunis itu menembakkan dua rudal permukaan ke kapal di wilayah pantai timur. Rudal menjangkau sasaran berjarak 100 kilometer dan hilang di lautan.
Surat kabar Korsel melaporkan, Korut kemungkinan akan menembakkan rudal jarak menengahnya dalam beberapa hari ke depan.
Pekan ini Washington menyatakan akan memperkuat sanksi terkait pelanggaran yang dilakukan Korut.
Korut juga sudah mendapat sanki dari PBB menyusul uji coba nuklir pada 25 Mei lalu. Analis mengatakan, sanksi itu mempersempit peluang Korut untuk mendapat pasokan pendukung persenjataan.
Selama ini China merupakan mitra utama Korut dalam kesepakatan persenjataan.
China, Kamis ini, menyatakan telah mengirim utusannya dalam pertemuan enam pihak, untuk membahas penghentian ambisi nuklir Korut. Keenam pihak itu adalah, Korsel, Jepang, Rusia, Amerika Serikat, dan PBB. Sementara Korut keluar dari pembicaraan.
"China secara konsisten mendukung dialog, konsultasi, dan pelucutan nuklir di Semenankung Korea melalui dialog enam pihak," kata Qin Gang juru bicara Menteri Luar Negeri China.
(ton)