SEOUL - Analis menyatakan Korea Utara masih akan menembakkan rudal-rudal jarak pendek, menengah, dan jauh dalam beberapa waktu mendatang. Salah satunya rudal yang mampu mencapai wilayah Hawaii, Amerika Serikat.
Negara Komunis itu semakin gencar menjajal rudal-rudalnya menyusul sanksi yang diberikan Dewan Keamanan PBB terkait uji coba nuklir 25 Mei lalu.
Media Korsel melaporkan, Korut masih memiliki banyak rudal untuk ditembakkan. Berikut beberapa jenis senjata penjelajah berdasarkan data yang dihimpun Reuters.
Korut memiliki 1.000 rudal balistik dari berbegai tipe. Sebanyak 685 di antaranya merupakan rudal Scud dari berbagai tipe dan 320 buah rudal Rodong. Negara Kim Jong-Il itu juga telah menjual rudal beserta teknologinya ke luar negeri. Iran merupakan salah satu pembeli rudal Korut. PBB telah mengeluarkan resolusi yang melarang Korut menembakkan rudal balistiknya.
Korut juga menyimpan ratusan rudal jarak pendek non-balistik dengan jangkauan hingga 150 kilometer. Ini sudah termasuk rudal permukaan ke kapal. Hingga saat ini, tidak ada kesepakatan internasional yang melarang peluncuran rudal jenis itu. Sehingga tak heran Korut beberapa kali meluncurkan rudal ini pasca uji coba senjata nuklir Mei lalu.
Korut pertama kali memiliki Scud bernama Hwasong-5 dengan jangakauan 300 kilometer dan Hwasong-6 (500 kilometer). Rudal ini pertama diuji coba pada 1984. Korut terus mengembangkan rudal ini hingga membawa hulu ledak lebih berat.
Selain itu, Korut juga memiliki rudal jarak menengah yang pertama kali diuji coba pada 1993. Rudal ini cukup ditakuti Korea Selatan dan Jepang karena jarak jelajahnya mampu mencapai dua negara tetangga itu. Jangkauannya mencapai 1.000 hingga 1.400 kilometer.
Korut juga mengembangkan rudal balistik jarak menengah yang diberi nama Musudan. Rudal yang mampu menjelajah sejauh 3.000 kilometer ini cukup menghkhawatirkan pangkalan militer AS di Guam.
Yang tak kalah populer adalah rudal Taepodong. Tipe pertama rudal ini mampu menjelajah hingga jarak 2.500 kilometer. Jenis Taepodong-2 diuji coba pada Juli 2006. Ketika itu rudal sempat terbang selama 40 detik sebelum meledak di udara. Korut dikabarkan mengembangkan rudal itu hingga mampu menjangkau jarak 6.700 kilometer.
Rudal ini yang dikahawatirkan Gedung Putih. Pekan lalu, Washington menyatakan siap dengan ancaman Korut yang akan menembakkan rudal itu ke Hawaii bersamaan dengan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli besok. Namun Pentagon menganggap itu hanya gertakan saja.
(ton)