Foto: US Air Force
ISLAMABAD - Serangan udara militer Amerika Serikat menewaskan sedikitnya 10 militan di Waziristan Selatan, Pakistan, Jumat ini. Serangan dilakukan di lokasi yang dianggap sebagai persembunyian Taliban.
Sumber intelijen Pakistan seperti dikutip Reuters, Jumat (3/7/2009), menyebutkan rudal ditembakkan ke wilayah yang dikuasai pemimpin Taliban Pakistan, Baitullah Mehsud. Wilayah yang terletak dekat perbatasan Afghanistan itu juga menjadi sasaran serangan militer Pakistan sejak operasi dilancarkan tahun ini.
Banyak anggota Taliban dan Al Qaeda yang lari ke wilayah yang dikuasi etnik Pashtun itu setelah operasi militer AS dilancarkan 2001 lalu.
AS sudah melancarkan 44 kali serangan udara semenjak operasi pemberangusan Taliban digalakkan tahun lalu. Serangan itu sudah menewaskan 410 orang, termasuk warga sipil yang ikut menjadi korban.
Namun tidak diketahui dari mana AS memberangkatkan pesawat-pesawat pengebom. Pemerintah Pakistan membantah pernyataan Senator Dianne Feinstein, Februari lalu, bahwa serangan udara itu dilakukan dari pangkalan udara di wilayah Pakistan.
Pakistan menyatakan pihaknya tidak pernah memberi izin AS untuk melakukan serangan udara dari wilayahnya. Pakistan sendiri sudah menyatakan protes atas serangan itu karena banyak menimbulkan korban dari pihak sipil. Serangan itu hanya mendatangkan kecaman warga Pakistan.
(ton)
Sumber intelijen Pakistan seperti dikutip Reuters, Jumat (3/7/2009), menyebutkan rudal ditembakkan ke wilayah yang dikuasai pemimpin Taliban Pakistan, Baitullah Mehsud. Wilayah yang terletak dekat perbatasan Afghanistan itu juga menjadi sasaran serangan militer Pakistan sejak operasi dilancarkan tahun ini.
Banyak anggota Taliban dan Al Qaeda yang lari ke wilayah yang dikuasi etnik Pashtun itu setelah operasi militer AS dilancarkan 2001 lalu.
AS sudah melancarkan 44 kali serangan udara semenjak operasi pemberangusan Taliban digalakkan tahun lalu. Serangan itu sudah menewaskan 410 orang, termasuk warga sipil yang ikut menjadi korban.
Namun tidak diketahui dari mana AS memberangkatkan pesawat-pesawat pengebom. Pemerintah Pakistan membantah pernyataan Senator Dianne Feinstein, Februari lalu, bahwa serangan udara itu dilakukan dari pangkalan udara di wilayah Pakistan.
Pakistan menyatakan pihaknya tidak pernah memberi izin AS untuk melakukan serangan udara dari wilayahnya. Pakistan sendiri sudah menyatakan protes atas serangan itu karena banyak menimbulkan korban dari pihak sipil. Serangan itu hanya mendatangkan kecaman warga Pakistan.