Getting Time...

Pertempuran Neraka Marinir AS Hadapi Taliban

Anton Suhartono
Jum'at, 03 Juli 2009 18:24 wib
Armada tempur Marinir Amerika Serikat meledakkan ranjau darat yang dipasang di badan jalan dekat Combat Operation Outpost (COP) Konlon di pegunungan Provinsi Wardak, Kamis (2/7). (reuters)
Armada tempur Marinir Amerika Serikat meledakkan ranjau darat yang dipasang di badan jalan dekat Combat Operation Outpost (COP) Konlon di pegunungan Provinsi Wardak, Kamis (2/7). (reuters)
KABUL - Pasukan Amerika Serikat mulai mendapat perlawanan sengit dari militan Taliban di Afghanistan. Komandan pasukan Marinir bahkan menyebut serangan itu dengan "pertempuran neraka".

Pekan ini AS menggelar serangan besar-besaran di wilayah selatan Provinsi Helmand, Afghanistan, melibatkan hampir 4.000 tentara Marinir dan 600 lebih pasukan keamanan lokal.

Operasi itu merupakan yang terbesar sejak Barack Obama resmi menjabat sebagai presiden AS, 20 Januari lalu.

Brigadir Jenderal Larry Nicholson seperti dikutip AFP, Jumat (3/7/2009), menyatakan, pasukan Batalion Infantri 1/5 hanya menghadapi perlawanan ringan dan sudah bekoordinasi dengan tokoh adat masyarakat setempat. Namun tidak bagi Batalion 2/8 yang menghadapi perlawanan seperti neraka. Area pertempuran mereka adalah Sungai Helmand, basis pertahanan Taliban yang merupakan sasaran utama operasi militer ini.

Komandan pasukan menyatakan, pihaknya akan membujuk penduduk lokal bahwa pasukan keamanan Afghanistan yang didukung pasukan negara Barat, menawarkan kehidupan masa depan yang damai tanpa Taliban.

"Kami sudah kehilangan seorang tentara kemarin. Setiap Marinir yang tewas merupakan hal yang mengerikan," katanya.

Ini merupakan pertempuran tersengit Marinir setelah operasi militer pada November 2004 di Falluja, Irak.
(ton)
TWITTER »
twit