Getting Time...

PBB Pertanyakan 140 Demonstran Tewas di China

Anton Suhartono
Senin, 06 Juli 2009 18:24 wib
Seorang ibu menggendong bayinya di antara penjagaan tentara China di Urumqi, wilayah otonomi Xinjiang, China, Senin (6/7). Kerusuhan terjadi antara polisi dan demonstran menewaskan sedikitnya 140 orang. (Reuters)
Seorang ibu menggendong bayinya di antara penjagaan tentara China di Urumqi, wilayah otonomi Xinjiang, China, Senin (6/7). Kerusuhan terjadi antara polisi dan demonstran menewaskan sedikitnya 140 orang. (Reuters)
JENEWA - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon mempertanyakan kerusuhan di China yang menewaskan setidaknya 140 orang di Xinjiang, China, Senin ini. PBB meminta China menghormati hak rakyatnya untuk berdemonstrasi.

Ban menegaskan sikap PBB tetap "konsisten dan jelas" terkait kekerasan yang terjadi di negara mana pun. "Seluruh perbedaan pendapat, apakah domestik, internasional, harus diselesaikan dengan cara damai dan mengedepankan dialog," papar Ban saat konferensi pers di Jenewa, Swiss, dan dikutip Reuters, Senin (6/7/2009).

Ban menambahkan, pemerintah (China) harus melakukan upaya untuk melidungi nyawa dan keamanan warga sipil. Menurutnya, warga negara juga berhak dilindungi harta dan diberi kebebasan dalam berpendapat, berorganisasi, dan informasi.

"Prinsip mendasar adalah demokrasi. Hal itu selalu saya sampaikan kepada seluruh negara di dunia," tegasnya.
(ton)
TWITTER »
twit