Seorang gadis Tamil di pengungsian (The Times)
KOLOMBO - Sekira 1.400 warga Tamil tewas setiap pekannya di kamp Manik Farm. Kamp tersebut dibuat Pemerintah Sri Lanka untuk menahan para pengungsi dari perang sipil berdarah.
Jumlah korban tewas akan bertambah lantaran Pemerintah Sri Lanka gagal menghentikan bencana kemanusiaan, setelah menyatakan kemenangan dari kelompok Macan Tamil, Mei lalu.
Mangala Samaraweera, mantan menteri luar negeri dan kini menjadi anggota parlemen dari oposisi mengatakan, Sri Lanka berupaya mengubah keseimbangan etnis di wilayah Tamil. Demikian seperti dilansir The Times, Jumat (10/7/2009).
Kamp Manik Farm ditempati 300.000 warga sipil Tamil. Para pekerja kemanusiaan dan Pemerintah Inggris telah mengingatkan bahwa kondisi di tempat itu tidak layak. Sebagian besar korban meninggal disebabkan penyakit yang disebabkan air, khususnya diare.
Kabar mengenai tingginya angka kematian itu muncul setelah Komite Internasional Palang Merah menyatakan bahwa lembaganya telah diminta menurunkan kegiatannya, dan Kolombo bersikeras mengatakan bahwa situasi sudah berada di bawah kendali.
Semalam, Palang Merah menutup dua kantornya. Satu berada di Trincomalee, yang membantu menyediakan penanganan medis bagi 30.000 korban sipil yang terluka. Kantor lainnya adalah Batticaloa, di mana Palang Merah menyediakan layanan perlindungan.(jri)