BANGKOK - Perkumpulan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) sebaiknya mempertimbangkan mencabut keanggotaan Myanmar, jika negara itu tidak membebaskan tokoh pro-demokrasi, Aung San Suu Kyi.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi Thailand dan dikutip AFP, Rabu (22/7/2009).
"Itu kebijakan yang sebaiknya harus dipertimbangkan," ungkap Hillary. Myanmar sendiri resmi menjadi anggota ASEAN pada 1997.
Suu Kyi ditahan pemerintahan junta sejak Mei lalu terkait tuduhan menyembunyikan seorang warga Amerika Serikat.
Penangkapan dan penahanan perempuan berusia 64 tahun itu, mendapat kecaman dunia internasional karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan.
Myamnar juga pernah menolak permintaan Sekjen PBB Ban Ki-Moon yang akan mengunjungi Suu Kyi di penjara Insein, Yangon.
(ton)