BANGKOK - Perkumpulan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) menolak permintaan Amerika Serikat untuk mencabut keanggotaan Myanmar dari organisasi itu.
Pada Rabu kemarin, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Thailand, meminta agar ASEAN mempertimbangkan untuk mencabut keanggotaan Myanmar jika pemerintahan junta itu menolak membebaskan tokoh pro-demokrasi Aung San Suu Kyi.
Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva dalam kapasitasnya sebagai pemimpin ASEAN menyatakan, organisasinya dan Barat memiliki kesamaan tujuan, namun dia menandaskan kedua pihak tidak bisa menerapkan kebijakan yang sama.
"Tidak cukup alasan untuk (mencabut keanggotaan) Myanmar. Kami (ASEAN) selama ini sudah melakukan sesuatu sesuai dengan mekanisme organisasi," papar Abhisit seperti dikutip AFP, Kamis (23/7/2009).
Menurutnya, jika Myanmar diasingkan maka itu hanya akan mengisolasi pemerintahnya. "Apa itu menyelesaikan masalah?" tuturnya.
Abhisit juga menolak pemberian sanksi kepada Myanmar seperti yang diupayakan AS dan uni Eropa.
"Kami masih berupaya mengedepankan pendekatan yang konstruktif dan berharap AS akan memahaminya," imbuhnya.
(ton)