Mahmoud Ahmadinejad (Foto: Reuters)
TEHERAN - Mahmoud Ahmadinejad diambil sumpahnya sebagai presiden baru Iran untuk periode kedua. Pemimpin bersahaja berusia 52 tahun itu akan menjabat selama empat tahun mendatang.
"Saya, sebagai presiden Republik Islam Iran, bersumpah dengan kitab suci Alquran, bangsa Iran, dan Tuhan untuk menjadi pelindung agama resmi, Republik Islam, dan konstitusi," janji Ahmadinejad, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/8/2009).
Sementara itu, di luar gedung parlemen tempat upacara pelantikan berlangsung, ratusan pendukung kelompok oposisi menggelar unjuk rasa. Polisi dilaporkan menggunakan gas lada untuk membubarkan para demonstran.
Ratusan polisi, termasuk polisi antihuru-hara dan anggota milisi Basij turut mengamankan jalannya pelantikan Ahmadinejad.
Dilaporkan AFP, pelantikan dihadiri sekira 240 dari 290 anggota parlemen, juga sejumlah ulama.
Setelah diambil sumpahnya, Ahmadinejad akan membentuk sebuah pemerintahan baru yang diduga masih tetap berseberangan dengan Barat, khususnya dalam isu program nuklir Iran.
Kemenangan Ahmadinejad pada pemilu 12 Juni lalu diikuti serangkaian aksi unjuk rasa masif, bahkan menimbulkan korban tewas. Unjuk rasa itu dipimpin oleh calon presiden yang kalah, Mir Hossein Mousavi.
Jabatan kepresidenan Ahmadinejad mendapat dukungan resmi dari pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang menyebut Ahmadinejad sebagai sosok yang berani, cerdik, dan pekerja keras.
Selain Mousavi, di kubu seberang ada mantan Presiden Mohammad Khatami dan Akbar Hashemi Rafsanjani yang menderita kekalahan dari Ahmadinejad pada 2005 silam. Baik Mousavi, Rafsanjani, maupun Khatami tidak menghadiri pelantikan hari ini.(jri)