Getting Time...

Hillary Ancam Eritrea

Nurfajri Budi Nugroho
Jum'at, 07 Agustus 2009 11:20 wib
Hillary dan Presiden Somalia (Foto: Reuters)
Hillary dan Presiden Somalia (Foto: Reuters)
NAIROBI - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengingatkan bahwa negerinya akan mengambil langkah terhadap Eritrea jika tidak menghentikan dukungannya untuk para militan di Somalia.

Hal tersebut dikatakan dia setelah bertemu Presiden Somalia Sheikh Sharif Sheikh Ahmed di ibu kota Kenya, Nairobi. Menurut Hillary, tindakan Eritrea "tidak dapat diterima". Eritrea adalah negara yang terletak di bagian timur laut Afrika.

Dia juga menegaskan AS akan memperluas dukungan bagi pemerintahan bersatu Somalia.

"Sudah jelas tindakan mereka (Eritrea) tidak dapat diterima. Kami akan mengambil langkah jika mereka tidak berhenti," kata Hillary, dikutip dari BBC, Jumat (7/8/2009).

Kekuatan Al-Shabaab kini terus bertambah, dan sebanyak 250.000 rakyat Somalia terusir dari rumahnya akibat pertempuran antara kelompok militan dan pasukan pemerintah dalam tiga bulan terakhir.

Menurut istri mantan Presiden Bill Clinton ini, tidak ada keraguan lagi bahwa Al-Shabaab ingin menguasai Somalia untuk menjadikannya sebagai basis dalam menyebarkan pengaruh dan menginfiltrasi negara-negara di sekitar, serta untuk melancarkan serangan terhadap negara-negara di sekitarnya.

Kata Hillary, jika Al-Shabaab memperoleh tempat berlindung di Somalia, maka itu akan menjadi ancaman bagi AS.

Sementara itu sejumlah pejabat Eritrea telah berulang kali membantah mendukung Al-Shabaab, dan menilai tuduhan itu adalah buatan intelijen AS.
(jri)
TWITTER »
twit