Getting Time...

Pemberontak Kolombia Bersedia Dialog

Nurfajri Budi Nugroho
Jum'at, 14 Agustus 2009 11:13 wib
Militer Kolombia memburu para anggota gerilyawan FARC (Foto: Reuters)
Militer Kolombia memburu para anggota gerilyawan FARC (Foto: Reuters)
BOGOTA - Kelompok pemberontah Kolombia, Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC), membuka diri untuk negosiasi dengan pemerintah jika mereka mendapatkan jaminan keamanan dalam dialog.

Alfonso Cano, yang mengambil alih kepemimpinan FARC lebih dari setahun lalu, kepada majalah lokal Cambio mengatakan para pemberontak siap bernegosiasi untuk mengakhiri konflik empat dekade. Namun dia tidak menjelaskan detail jaminan yang diinginkan.

Operasi keamanan yang dilakukan Presiden Alvaro Uribe dan didukung Amerika Serikat telah memukul FARC semakin melemah dalam tahun-tahun terakhir. Para gerilyawan telah berpindah ke area terpencil dan aksi kekerasan pun semakin mereda. Namun pembicaraan untuk mengakhiri pemberontakan terlama di Amerika Latin itu masih sangat jauh.

"Yang akan menjadi penentu adalah jaminan para pejabat atas pertemuan antara pemerintah dan FARC untuk menjernihkan bahaya dan ketegangan di antara para partisipan," ujar Cano menjawab surat elektronik yang dikirimkan majalan tersebut, yang dikutip dari Reuters, Jumat (14/8/2009).

"Kita harus berbicara, berdialog, dan itu berarti adanya ruang dan jaminan," tegas dia.

Namun dia menulis sejauh ini tidak ada kontak dengan pemerintahan Uribe, yang telah menerima ratusan juta bantuan dari Amerika Serikat untuk menghadapi para pemberontak dan penyelundupan senjata, yang membuat Kolombia menjadi eksportir kokain nomor satu di dunia.
(jri)
TWITTER »
twit