Foto: AP
MOSCOW - Kapal sepanjang 320 meter kaki milik Rusia yang menghilang sejak tiga pekan lalu berhasil ditemukan di barat pantai Afrika pada Senin waktu setempat. 15 kru kapal dilaporkan dalam kondisi baik.
Informasi penemuan kapal ini disampaikan Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov seusai bertemu Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Anatoly tidak memberikan informasi detail mengenai kronologis penemuan kapal yang hilang secara misterius itu.
Kapal tersebut berlayar dari pelabuhan Finnish, Pietarsaari pada 21 Juli lalu menuju Pelabuhan Algeria. Pada 30 Juli, polisi Swedia menyatakan, pemilik kapal telah melapor bahwa kapal dibajak pada 24 Juli didekat pantai Swedia. Para pembajak dilaporkan menyekap para kru dan melarikan kapal.
Namun, pada waktu bersamaan, kapal terlihat melintas di Terusan Inggris. saat itulah kontak terakhir terjadi. Dari sinyal yang berhasil dilacak, kapal berada di wilayah perairan pantai Prancis pada 29 Juli, namun setelah itu menghilang.
Kapal Arctic Sea semestinya berlabuh di Pelabuhan Algeria pada 4 Agustus lalu. Namun setelah ditunggu selama sepekan, kapal tak kunjung datang. Menteri Medvedev pun akhirnya memerintahkan polisi mencarinya.
Polisi berhasil melacak sinyal kapal Arctic di Pelabuhan San Sebastian, Spanyol. Lalu bergerak ke Cape Verde. Kemudian pada kesokan hari, sinyal dideteksi berada di wilayah pantai Prancis. Hanya saja, pihak Prancis menyatakan sinyal tersebut berasal dari kapal perang Rusia, bukan kapal yang menghilang.
Viktor Matveyev, Direktur Operator Kalap Solchart, kepada AP menyatakan tengah mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan kapal dan para krunya, setelah ditemukan. Pasalnya para kru kapal tidak sedang disandera saat ditemukan sekitar 480 kilometer dari Cape Verde. Pihak berwajib kini tengah meminta keterangan dari para awak kapal. (ful)