Getting Time...

AS Dapat Akses ke Pangkalan Kolombia

Nurfajri Budi Nugroho
Rabu, 19 Agustus 2009 13:17 wib
Hillary Clinton (Foto: Reuters)
Hillary Clinton (Foto: Reuters)
WASHINGTON - Amerika Serikat akan mendapatkan menggunakan pangkalan militer Kolombia untuk memerangi penyelundup obat-obatan terlarang dan kelompok pemberontak.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menegaskan, kesepakatan itu tetap akan menghormati kedaulatan Kolombia. Negara-negara lainnya di kawasan juga tidak akan terpengaruh dengan rencana tersebut.

"Itu juga tidak akan menimbulkan adanya penambahan jumlah tentara AS," tegas Hillary setelah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Kolombia Jaime Bermudez, dikutip dari BBC, Rabu (19/8/2009).

Hillary juga menegaskan kesepakatan itu bukanlah upaya untuk menciptakan pangkalan AS di Kolombia. "Ini hanya untuk menyediakan Amerika Serikat akses kepada pangkalan Kolombia, akan tetapi perintah dan pengawasan serta administrasi dan pengamanan tetap menjadi tanggung jawab Kolombia," paparnya.

Di bawah kesepakatan tersebut, militer AS akan dapat beroperasi di tanah Kolombia untuk menggasak para penyelundup obat dan pelaku terorisme.

"Ancamannya sangat nyata dan AS berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Kolombia untuk menyediakan keamanan bagi seluruh warga negaranya," kata Bermudez sembari menyebutkan mekanisme kerja sama yang efektif akan menguntungkan Kolombia maupun kawasan.

Pernyataan Hillary tersebut sepertinya bertujuan untuk meredakan kekhawatiran negara-negara di kawasan Amerika Latin. Sebab sebelumnya negara-negara di kawasan mengecam rencana tersebut. Argentina misalnya, menilainya sebagai sesuatu yang tidak menolong.

Presiden Venezuela Hugo Chavez bahkan mengkhawatirkan langkah tersebut akan menambah kesiapan invasi Amerika Serikat ke negaranya.
(jri)
TWITTER »
twit