WASHINGTON - Departemen Kehakiman Amerika Serikat merekomendasikan untuk menyidangkan kembali belasan kasus kekerasan terhadap para tahanan teroris yang dilakukan Badan Intelijen Pusat (CIA) semasa pemerintahan George W Bush.
Seperti dilaporkan The New York Times, Senin (24/8/2009), rencana mengungkap kembali kasus itu sudah disampaikan Jaksa Agung Eric Holder.
Depertermen Kehakiman akan menyampaikan rencana terperinci usulan pengungkapan kembali kasus itu pada Senin ini.
Kasus kekerasan CIA terhadap tahanan sudah diungkap oleh inspektur jederal CIA pada 2004. Namun dokumen itu belum pernah dirilis. Inspektur jenderal CIA saat itu pun enggan untuk menyidangkan kasus tersebut.
Namun saat Holder terpilih menjadi Jaksa Agung di pemerintahan Obama, dia mengusulkan untuk mengungkap kembali kasus itu.
"Dengan diumukannya rencana terperinci pada Senin ini, maka setidaknya beberapa kasus akan dibuka lagi. Sepertinya ingin semua kasus, namun jaksa penuntut akan mengambil langkah kokret selanjutnya. Ini akan menimbulkan masalah baru bagi CIA," demikian ditulis dalam laporan The New York Times.
Sementara itu juru bicara CIA Paul Gimigliano menyatakan pihaknya belum menerima surat rekomendasi Departemen Kehakiman untuk membuka kembali kasus yang sudah dihentikan.
"Keputusan apakah menyidangkan kembali tentunya sudah diambil dengan pertimbangan yang hati-hati oleh jaksa penuntut di Departemen Kehakiman," kata Gimigliano.
(ton)