Getting Time...

Kebakaran Hutan di Yunani Dipadamkan

Rabu, 26 Agustus 2009 08:16 wib
Sebuah helikopter menumpahkan air untuk memadamkan kebakaran hutan di dekat kota Nea Makri, Yunani, Senin, 24 Agustus. (Reuters)
Sebuah helikopter menumpahkan air untuk memadamkan kebakaran hutan di dekat kota Nea Makri, Yunani, Senin, 24 Agustus. (Reuters)
ATHENA - Pemerintah Yunani, kemarin, mengklaim bahwa kebakaran hutan telah berhasil dipadamkan. Sebelumnya, pemerintah mendapat kecaman atas penanganan kebakaran hutan yang menewaskan 77 orang itu.
                           
Regu pemadam Yunani yakin bahwa upaya memadamkan sisa terakhir kebakaran hutan di prefektur Attica akan berhasil. Kini, mereka fokus terhadap pencegahan kebakaran. Juru bicara pemadam kebakaran Yunani mengatakan pelayanan darurat untuk sementara ditutup meski tidak ada titik api yang berbahaya. Namun, dia mengungkapkan masih ada beberapa risiko terjadinya kebakaran.

Namun, Angkatan Bersenjata masih berada di sana karena bahaya menyalanya kembali api masih bisa terjadi. Para pejabat itu mengatakan kebakaran paling parah yang belum terkendali dilaporkan di dekat Gunung Kitheronas, tempat prefektur Attica dan prefektur Viotia bertemu di Teluk Corinth. Kobaran api tersebut membuat orang-orang yang berada di tempat wisata Porto Germeno diungsikan pada hari yang sama.

Kebakaran lain di Pulau Chios dapat dikendalikan, sementara api yang membakar semak di bukit di kota pelabuhan Karystos belum dapat dipadamkan. Sebagian kebakaran besar yang berkobar di banyak tempat dan mulai terjadi Sabtu (22/8) di prefektur Attica timur dan timur-laut dilaporkan telah dapat dikendalikan sampai Senin siang (24/8).

Sementara perhatian dialihkan ke kebakaran yang terjadi Minggu (23/8) malam di dekat Gunung Kitheronas. Juru bicara pemerintah Evangelos Antonaros mengatakan, gambaran keadaan pada saat ini lebih baik, tapi risiko api menyala lagi masih ada.

Antonaros menekankan bahwa kerugian akibat musnahnya 150 rumah sudah dicatat.

Komisi Eropa memperkirakan sekira 21.000 hutan pinus dan semak-semak terbakar. Pemerintah pun berjanji akan melakukan penanaman kembali hutan tersebut. Harian Yunani To Vima menuding pemerintah melakukan kesalahan fatal."Tak ada kata menyesal atas musibah luar bisa di Athena," tulis harian tersebut di editorialnya.

Direktur kelompok lingkungan WWF Dimitris Karavellas mengungkapkan diperlukan langkah menyeluruh untuk mengembalikan fungsi hutan yang terbakar tersebut. "Sayang tidak ada tanda-tanda bahwa pemerintah melakukan langkah yang tepat," kata Dimitris Karavellas.

Namun, Perdana Menteri Yunani Costas Karamanlis berterima kasih atas pilot yang menerbangkan pesawat dan menyiramkan air sehingga kebakaran hutan bisa dihentikan."Mereka memiliki batas kesabaran yang dimiliki manusia," katanya. "Tutup telinga kalian terhadap siapa saja yang berusaha mengkritik," imbuhnya.
(Koran SI/Koran SI/ton)
TWITTER »
twit