Getting Time...

Venezuela Ancam Putus dari Kolombia

Nurfajri Budi Nugroho
Rabu, 26 Agustus 2009 10:43 wib
Hugo Chavez (Foto: Reuters)
Hugo Chavez (Foto: Reuters)
CARACAS - Presiden Venezuela Hugo Chavez mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia. Keputusan itu diambil Chavez di tengah-tengah meningkatnya perselisihan mengenai keputusan Bogota untuk memberikan Amerika Serikat akses ke pangkalan Kolombia.

"Kita harus mempersiapkan pemutusan hubungan dengan Kolombia, Nikolas. Ini akan terjadi," kata Chavez kepada menteri luar negerinya, Nicolas Maduro, dalam siaran televisi, yang dikutip dari Reuters, Rabu (26/8/2009).

Chavez sangat marah atas kesepakatan keamanan AS-Kolombia yang memungkinkan militer Negeri Paman Sam itu mengakses tujuh pangkalan militer untuk mengatasi penyelundupan obat-obatan dan gerilyawan kiri.

Chavez berpandangan meningkatnya kehadiran militer AS di Kolombia sebagai upaya untuk mengepung dan mengisolasi pemerintahannya. Dia juga mengingatkan potensi perang di Amerika Selatan.

Baik Washington maupun Bogota membantah menjadikan Venezuela sebagai target. Keduanya juga menekankan bahwa jumlah maksimal tentara AS yang boleh berada di tanah Kolombia tetap 800, sebagaimana sebelumnya.

Meski begitu, kekhawatiran Chavez mendapatkan dukungan dari pemerintahan Amerika Latin lainnya, termasuk Brasil.

Ancaman Chavez untuk memutuskan hubungan dengan Kolombia muncul sebelum digelarnya pertemuan tingkat tinggi di Bariloche, Argentina, Jumat mendatang. Para pemimpin Amerika Selatan akan membahas kesepakatan keamanan AS-Kolombia itu.

Nilai perdagangan dua negara Andean itu mencapai USD7 miliar setahun. Namun Chavez telah menyatakan akan mengalihkan pembelian Venezuela ke Argentina dan sekutu lainnya.

Chavez kepar berbenturan dengan Presiden Kolombia Alvaro Uribe, yang merupakan sekutu dekat Washington.(jri)
TWITTER »
twit