WASHINGTON - Ada banyak metode interogasi yang dilakukan CIA terhadap para tahanan tersangka teroris, antara lain pencabutan hak tidur dan ancaman bunuh jika tahanan tertidur.
Metode itu diungkap dalan dokumen CIA yang diserahkan ke Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Bentuk kekerasan lain, kepala tahanan dibenturkan ke dinding penjara, serta direndam ke dalam air. Semua itu dilakukan demi mendapat informasi dari tahanan sehingga dapat dikatagorikan high value detainees (HVD). Demikian seperti diberitakan Reuters, Rabu (26/8/2009).
Memo yang diberikan CIA kepada Departemen Kehakiman AS pada 30 Desember 2004 itu dirilis pada Senin pekan ini, di bawah perlindungan Undang-Undang Kebebasan Informasi yang dipromotori Amnesty International AS dan Persatuan Kebebasan Sipil Amerika.
Jaksa Agung AS Eric Holder, Senin lalu telah menunjuk jaksa menuntut untuk mengungkap kembali kasus kekerasan CIA atas para tahanan tersangka teroris.
Keputusan itu diambil Holder setelah pemantau etik Depkeh merekoemndasikan agar para pegawai dan kontraktor CIA yang terlibat dalam interogasi di penjara Irak dan Afghanistan disidang.(ton)
(mbs)