(Foto: Reuters)
WASHINGTON - Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA) menolak merilis lebih banyak dokumen yang terkait metode membawa, menahan, dan menginterogasi tersangka pelaku teror.
Dalam pernyataan setebal 33 halaman untuk pengadilan dan dirilis ke publik pada Selasa lalu, CIA mengatakan dokumen tersebut berisi informasi sensitif yang berimplikasi pada aktivitas intelijen, sumber dan metode, serta informasi yang terkait dengan hubungan luar negeri dan kegiatan Amerika Serikat.
Dikutip dari Press TV, Kamis (3/9/2009), bulan lalu Departemen Kehakiman mengungkapkan rincian laporan oleh inspektur jenderal CIA yang menguraikan metode yang dipakai dalam interogasi "tersangka Al Qaeda" pada masa pemerintahan George W Bush, termasuk ancaman pemerkosaan atau penahanan anggota keluarga.
Laporan itu mengirimkan gelombang kejut di Washington dan diikuti pengumuman oleh Jaksa Agung Eric Holder mengenai penunjukan jaksa untuk menyelidiki penyiksaan terhadap tahanan.
Badan mata-mata AS itu mengatakan dokumen-dokumen tersebut terlalu sensitif untuk diungkapkan, karena ia merinci lokasi aktivitas intelijen CIA di luar negeri dan bantuan yang disediakan beberapa pemerintah asing.(jri)