Getting Time...

Feri Tengelam, 900 Orang Selamat

Senin, 07 September 2009 04:15 wib
Foto: AFP
Foto: AFP
MANILA - Sedikitnya lima orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya dikabarkan hilang setelah kapal feri yang mengangkut sekitar 1.000 orang tenggelam di Filipina selatan kemarin. Ini merupakan tragedi terbaru yang kembali mencoreng citra transportasi laut Filipina.

Para korban selamat melaporkan adanya kepanikan massal ketika Superferry 9 mulai menunjukkan tanda-tanda akan tenggelam. "Mereka mengatakan kepada kita untuk tetap tenang,tapi kita tidak melihat adanya tanda-tanda penyelamatan. Itu berlangsung selama dua jam," papar korban selamat Manuel Malicsi kepada stasiun radio RMN.

Seorang penumpang, Roger Cinciron, kepada radio DZMM melalui telepon seluler menuturkan, dia merasa feri mulai miring saat sekitar tengah malam namun awak kapal meyakinkan bahwa tidak terjadi apa-apa. Sekitar dua jam kemudian, dia terbangun karena mendengar suara benturan di bawah kabinnya.

"Orang-orang mulai panik, karena kapal benarbenar miring," katanya. Kapal meninggal kan pelabuhan General Santos di Manila pada Sabtu 5 September dan dijadwalkan tiba di Kota Iloilo hari Minggu (kemarin). Penjaga Pantai Filipina melaporkan bahwa 900 penumpang kapal feri berhasil diselamatkan.

Hanya lima orang yang dilaporkan tewas dan 63 penumpang dilaporkan hilang. "Kita masih melakukan pencarian di berbagai wilayah untuk menemukan korban hilang. Kapalkapal Angkatan Luat dan pesawat Angkatan Udara masih menyisir wilayah di sekitar lokasi kejadian," papar kepala Penjaga Pantai Laksmana Wilfredo Tamayo. Tamayo masih memberikan harapan bagi para keluarga korban yang hilang.

Dia mengatakan, kemungkinan beberapa korban hilang diselamatkan kapal nelayan atau kapal swasta yang ikut mencari para korban."Sebagian besar dari total 847 penumpang dan 117 kru yang berada di kapal Superferry 9 telah dievakuasi ke kapal komersial yang berada di sekitar lokasi.Evakuasi dilakukan sekitar lima jam setelah feri mulai miring di semenanjung Zamboanga," katanya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro mengatakan para petugas lokal masih mengecek dan melakukan pencarian korban selamat. Teodoro juga menuturkan seorang anak dan seorang pria tewas tenggelam saat berdesak-desakan untuk menyelamatkan diri.

Kapal feri tersebut dilaporkan mengirim panggilan darurat pada pukul 3.30 pagi waktu setempat ketika berada 11 km dari pantai Semenanjung Zamboanga. Menurut komandan penjaga pantai wilayah Komodor Rudy Isorena, penyebab kecelakaan belum jelas. Dia juga mengatakan, cuaca di wilayah tersebut tidak terlalu buruk.

"Kita belum dapat mengatakan penyebab pasti kecelakaan tersebut saat ini. Kita masih fokus pada pencarian dan penyelamatan penumpang,"papar Isorena. Namun demikian, Badan Meteorologi Filipina menyatakan bahwa badai tropis Dujuan memang menghantam pantai timur laut negara itu.

Badai tersebut diperkuat dengan angin musim hujan dari arah barat daya. Laporan lain menyebutkan bahwa kru kapal sebelumnya melaporkan ada masalah dengan generator. Sedangkan Pernyataan yang dimuat di situs internet Superferry menyebutkan kapal mulai miring ke arah kanan pukul 02.30 hari Minggu waktu setempat. "Para penumpang diperintahkan untuk mengenakan jaket pelampung, sementara kapten kapal berusaha memulihkan posisi kapal," demikian pernyataan Superferry.(Koran SI/Koran SI/ful)
TWITTER »
twit