Hugo Chavez, Presiden Venezuela. (Reuters)
KARAKAS - Presiden Venezuela Hugo Chavez menyatakan pihaknya membeli beberapa rudal Rusia. Pembelian rudal dengan jangkauan 300 kilometer tersebut merupakan bagian dari perjanjian persenjataan kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Chavez, Jumat kemarin, setibanya di Karakas. Selain itu presiden dari sayap kiri itu juga mempertimbangkan pembelian 100 unit tank T-72 dan T-90 dari Rusia.
"Kami telah menandatangani kesepakatan militer dengan Rusia. Secepatnya, roket-roket itu akan tiba," kata Chavez saat berpidato dihadapat pendukungnya di balkon istana kepresidenan dan dikutip Reuters, Sabtu (12/9/2009).
"Anda tahu berapa jauh jangkauannya? 300 kilometer dan mereka tidak akan gagal," terangnya.
Pembelian senjata dilakukan setelah negara tetangganya, Kolombia, melakukan kesepakatan keamanan dengan Amerika Serikat. Berdasarkan kesepakatan, AS berhak mengakeses beberapa pangkalan militer di Kolombila dengan dalih memrangi kelompok penjuall obat terlarang dan gerilyawan sayap kiri.
Chavez memepringatkan langkah Kolombia itu dapat memperkeruh situasi di Amerika Selatan. Ia bahkan mencurigai kesepakatan militer itu ditujukan untuk menyerang Venezuela.
Menanggapi pembelian senjata Rusia itu, Chavez menyatakan, "Kami tidak akan menyerang siapa pun. Ini hanya kelengkapan pertahanan karena kami ingin mempertahankan negara dari ancaman."
Chavez tidak menyebutkan berapa banyak rudal yang dibeli berikut harganya. Namun pada tahun lalu Venezuela menghabiskan USD4 miliar untuk pembelian senjata Rusia. Sejauh ini Venezuela sudah membeli 24 pesawat tempur Sukhoi Su-30, puluhan helikopter, dan 100.000 pucuk senjata jenis AK.
Moskow sebelmumnya menyatakan akan menjual senjata apa pun yang diminta Karakas.(ton)