Ali Saleh Nabhan (Foto: NYT)
NAIROBI - Pasukan Amerika Serikat menewaskan salah satu pejuang Islam yang paling diburu di Afrika, dalam penyerbuan di wilayah selatan Somalia, Senin waktu setempat.
Perburuan dilakukan pasukan Negeri Uwak Sam untuk menghadang meluasnya pengaruh Al Qaeda di kawasan tersebut. Demikian seperti dikutip dari New York Times, Selasa (15/9/2009).
Badan-badan intelijen Barat menyebut pejuang yang tewas itu, Saleh Ali Saleh Nabhan, sebagai pemimpin di lingkaran sel Al Qaeda di Kenya, yang bertanggung jawab atas pengeboman sebuah hotel Israel di wilayah pantai Kenya pada 2002. Nabhan juga dituduh berperan dalam penyerangan dua kedutaan Amerika di Afrika Timur pada 1998.
Pasukan militer AS telah memburu Nabhan selama bertahun-tahun. Pada Senin kemarin, sekira pukul 13 waktu setempat, warga desa di dekat kota Baraawe mengatakan empat helikopter militer tiba-tiba muncul di udara dan menembaki dua truk yang melintas di tengah gurun. Truk tersebut membawa para pemimpin Shabab, kelompok pejuang Islam di Somalia.
Di bawah pemerintahan Presiden George W Bush, militer AS menggunakan rudal penjelajah jarak jauh Tomahawk dan kapal bersenjata AC-130 dalam melancarkan para tersangka teror di Somalia.
Seorang pejabat militer AS mengatakan, keputusan untuk menggunakan prajurit tempur dan bukan rudal jarak jauh merefleksikan perubahan kebijakan oleh pemerintahan Obama guna menghindari jatuhnya korban dari warga sipil. Di masa lalu, banyak warga sipil Somalia yang tewas oleh rudal-rudal AS.(jri)