(Foto: news.com.au)
BALTIMORE - Seorang pelajar di Amerika Serikat membunuh seorang pencuri dengan pedang samurai. Pelajar itu nekat memotong tangan kiri dan menebas leher pencuri yang kedapatan masuk ke garasinya.
Mahasiswa kedokteran di Johns Hopkins University itu diinterogasi oleh polisi, namun kemungkinan tidak akan dituntut karena aksi itu dilakukan untuk membela diri. Samurai adalah barang yang legal di Negeri Uwak Sam.
"Polisi menerima telepon meminta bantuan pada Selasa pukul 01.20 dini hari, setelah pencuri itu membongkar pintu dan masuk ke garasi rumah yang disewa sejumlah mahasiswa," ujar juru bicara kepolisian Baltimore, Anthony Guglielmi, dikutip dari AFP, Rabu (16/9/2009).
"Mereka meminta pencuri itu untuk berhenti, dan ketika memanggil polisi, pencuri itu menyerang mahasiswa itu. Si mahasiswa kemudian membalas dengan memakai samurai, memotong tangan kiri dan memotong bagian atas tubuhnya," papar dia.
Pencuri yang berumur 40 tahun itu memiliki riwayat aksi pencurian dan baru dibebaskan dari penjara pada Minggu 13 September lalu.
Mahasiswa itu melaporkan sang pencuri mengambil laptop dan sebuah konsol game Sony PlayStation.
Amerika Serikat hanya sedikit membatasi kepemilikan pedang, meskipun sejumlah yuridiksi lokal membatasi hak untuk mengayunkannya di muka publik.
"Saya pikir semua orang memiliki hak untuk membela diri dan membela tempat tinggalnya. Jika seseorang merasa samurai adalah alat yang tepat untuk melakukan itu, saya tidak dalam posisi untuk mengatakan itu baik atau buruk," kata Guglielmi.
Seorang samurai, ksatria Jepang, membawa pedang untuk menegakkan moral. Namun Jepang modern mewajibkan pendaftaran bagi kememilikan pedang yang berukuran cukup besar.
Inggris tahun lalu melarang penjualan samurai, kecuali bagi para kolektor, menyusul maraknya aksi kejahatan.
Insiden yang terjadi kali ini merupakan kekerasan yang melibatkan universitas ternama AS. Polisi pada hari sebelumnya menemukan jasad pelajar Yale University berusia 24 tahun di sebuah laboratorium.(jri)