Hillary Clinton (Foto: Xinhua)
WASHINGTON - Amerika Serikat mengkhawatirkan pembelian senjata oleh Venezuela baru-baru ini dapat memicu perlombaan senjata di Amerika Selatan.
"Mereka berlari melebihi seluruh negara di Amerika Selatan dan pastinya memunculkan pertanyaan apakah akan ada perlombaan senjata di kawasan," ujar Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary R Clinton mengomentari kesepakatan senjata Venezuela dengan Rusia, setelah bertemu Presiden Uruguay Tabare Vazquez, dan dikutip dari CNN, Rabu (16/9/2009).
Pemerintah Rusia pada Senin awal pekan ini memperluas kredit USD2,2 miliar kepada Venezuela untuk mendanai pembelian senjata, termasuk 92 unit tank T-72 dan rudal jarak pendek yang dapat menjangkau sasaran sejauh 90 kilometer.
Presiden Venezuela Hugo Chavez juga mengatakan negaranya akan membeli sistem persenjataan anti-pesawat tempur yang mampu menjangkau 300 kilometer.
Rencana pembelian senjata itu muncul di saat Caracas tengah berselisih dengan Bogota yang memberikan izin kepada pasukan AS untuk mengakses pangkalan militer Kolombia.
Chavez mengatakan pengembangan militernya merupakan respons terhadap meningkatnya kehadiran AS di kawasan, yang menurutnya mengancam dan berbahaya bagi Amerika Latin.
AS juga mengkhawatirkan semakin eratnya hubungan antara Venezuela dan Iran. Chavez di Teheran pekan lalu mengatakan bahwa Pemerintah Iran akan membantu Venezuela mengembangkan teknologi nuklir.(jri)