Maanuel Zelaya (Foto: Press TV)
TEGUCIGALPA - Pemerintahan de facto Honduras mengirim pasukan untuk menutup dua media lokal yang setia kepada Presiden terguling Manuel Zelaya.
Penyerbuan terhadap stasiun Radio Globo dan stasiun televisi Cholusat Sur -keduanya dikenal kritis terhadap pemerintahan de facto- terjadi pada Senin (28/9/2009) pagi waktu setempat.
Wartawan Reuters di lokasi mengatakan polisi dan tentara telah menutup bangunan dan kantor Cholusat Sur, yang telah berhenti mengudara sejak Minggu kemarin.
Zelaya digulingkan dalam kudeta militer pada 28 Juni lalu, namun diam-diam dia kembali dari pengasingan dan mencari perlindungan di Kedutaan Besar Brasil sejak Senin pekan lalu. Hal itu memicu ketegangan dengan pemerintah sipil de facto yang telah berjanji untuk menangkapnya.
Ratusan tentara dan polisi antihuru-hara telah mengepung kedutaan selama sepekan terakhir, sementara Zelaya mendesak para pengikutnya untuk turun ke jalan guna menuntut dikembalikannya dia ke kekuasaan di negeri penghasil kopi dan tekstil itu.
Wakil-wakil dari Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) akan menggelar sidang luar biasa Senin waktu setempat untuk membahas Honduras. Pada Minggu kemarin, Honduras menolak masuknya delegasi OAS untuk menjadi penengah dalam mencari solusi terhadap krisis itu.(jri)