Pasukan Georgia (Foto: Reuters)
MOSKOW - Moskow menuduh Tbilisi berkolaborasi dengan kelompok teroris Al Qaeda setelah ada laporan bahwa Georgia melatih militan yang meminjamkan pesawat kepada Al Qaeda.
Keterangan ini diungkapkan Kepala Agen Rahasia Rusia (FSB), Alexander Bortnokov, Selasa (13/10). "Rekaman audio yang disita dari seorang pasukan menunjukkan Al Qaeda telah melakukan kontak dengan wakil agen rahasia Georgia," ungkapnya.
Bortnokov menggarisbawahi bahwa Georgia berpartisipasi dalam pelatihan dan pengiriman teroris ke kawasan Chechnya. Selain itu pimpinan FSB ini juga menuding Tbilisi telah menyediakan dana dan senjata yang diperuntukkan bagi kegiatan teroris di kawasan Dagestan.
"Mereka (Tbilisi) mengirimkan persenjataan, bahan peledak, dan menyokong keuangan Al Qaeda di Dagestan dalam sistem keamanan tingkat tinggi, lengkap dengan pipa saluran gas dan minyak," tambah Bortnokov.
Dia menambahkan, Georgia telah melatih lima militan yang dipersiapkan untuk aksi bom bunuh diri. Seorang tahanan di Moskow bahkan mengaku telah merencanakan serangan teroris yang seharusnya dilancarkan pada Hari Kemerdekaan, 5 September, tepat ketika ratusan warga Moskow jalan beramai-ramai di jalanan yang bebas mobil.
Georgia membantah tegas tuduhan Rusia. Negara beribu kota Tbilisi ini beranggapan, Rusia sedang mencoba menyulut kembali api ketegangan di antara keduanya. "Ini adalah pernyataan yang konyol, tidak masuk akal, dan tanpa bukti. Inilah propaganda terbaru Rusia," sahut Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Georgia, Eka Tkeshelashvili kepada Reuters.
Agustus tahun lalu, Rusia dan Georgia terlibat perang yang dipicu perpecahan kawasan di Ossetia Selatan.(Koran SI/Koran SI/jri)