LONDON - Anggota parlemen Belanda yang anti-Islam, Geert Wilders, diizinkan berkunjung ke Inggris. Dia akan berbicara kepada media di gedung Parlemen di London.
Wilders, yang menyebut Alquran sebagai kitab fasis dan menentang imigrasi Muslim ke Belanda, dikenal dengan filmnya berjudul
Fitna, yang memicu amarah Muslim di seluruh dunia. Beberapa pekan lalu dia bahkan mengusulkan
sanksi denda bagi wanita yang mengenakan jilbab di negerinya.
Awal tahun ini Pemerintah Inggris melarang kedatangan Wilders, karena kehadiran dia dikhawatirkan dapat memunculkan kekerasan. Namun Wilders mengajukan banding dan pejabat Inggris mengatakan tidak akan mengembalikan dia ke bandara, sebagaimana yang dilakukan pada Februari lalu, ketika dia dikirim balik ke Amsterdam.
Kepada
Associated Press melalui pesan teks Jumat (16/10/2009) pagi, Wilders mengaku telah mendarat dan melewati imigrasi di Bandara Heathrow, London.
Meski begitu, Pemerintah Inggris menyatakan Wilders akan diawasi selama mengunjungi London.
"Sudah jelas pernyataan dan tingkah laku Wilders selama kunjungan akan berdampak pada setiap keputusan untuk menerimanya di masa mendatang," sebut Kementerian Dalam Negeri Inggris dalam pernyataan Kamis kemarin.
(jri)