LONDON - Kantor stasiun televisi
BBC dikepung para pengunjuk rasa setelah Nick Griffin, pemimpin Partai Nasional Inggris (BNP), memanfaatkan kemunculannya dalam acara
Question Time untuk menyerang Muslim dan homoseksual.
Dia malah membela kelompok penyebar kebencian ras Ku Klux Klan.
Griffin mengatakan Islam tidak kompatibel dengan kehidupan di Inggris, dan menyebut homoseksual sebagai sesuatu yang mengerikan. Dia malah mengakui memiliki kesamaan platform dengan Ku Klux Klan, yang banyak melakukan serangan rasial di Amerika Serikat.
Pernyataan Griffin pada Kamis waktu setempat itu memancing amarah dari anggota panel
BBC lainnya dan para peserta acara yang berseberangan. Seorang penonton berkulit hitam malah menuduh Griffin melakukan tindakan menjijikkan dan diminta untuk menjelaskan mengapa dia menemui pemimpin Ku Klux Klan David Duke dan menyerang Islam.
Dikutip dari
Telegraph, pada tahun 2000 Griffin mengunjungi sebuah konferensi di Amerika Serikat di mana dia berfoto bersama dengan David Duke. James W von Brunn, seorang pengagung kekuasaan kulit putih yang membunuh seorang penjaga saat
menyerang museum Holocaust di Washington Juni silam, juga hadir dalam pertemuan itu.
Griffin, yang partainya menginginkan penghentian imigrasi dan penarikan Inggris dari Uni Eropa, juga diwawancarai oleh para panelis peserta dan penonton di studio mengenai beberapa komentar yang dia buat tentang Perang Dunia II dan Holocaust.
"Saya bukanlah Nazi, dan saya tidak pernah (menjadi anggotanya)," kata dia, dikutip dari
Telegraph, Jumat (23/10/2009).
Dia mengatakan Pemerintah Inggris telah melakukan genosida terhadap warga negaranya melalui kebijakan-kebijakan keimigrasian. "Para elit politik telah melakukan eksperimentasi multikultural yang sangat besar kepada rakyat Inggris," kata dia.
Dikutip dari
Guardian, Griffin diolok-olok ketika masuk ke dalam studio untuk proses rekaman acara itu, beberapa jam sebelum ditayangkan pada Kamis pukul 22.35.
Bukan kali ini saja Griffin menghina Islam. Belum lama ini dia menyatakan tidak ada tempat bagi Islam di Eropa. Dia malah menggambarkan Islam sebagai "kanker" yang harus dihapus dari Eropa dengan "kemoterapi".
Sebuah helikopter polisi terlihat menunggu di dekat BBC Television Centre di barat London ketika proses rekaman acara berlangsung, setelah 25 demonstran anti-fasis sebelumnya melewati garis polisi untuk masuk ke ruang tunggu. Sementara itu lebih dari 1.000 demonstran menggelar unjuk rasa di luar, dan membuat kantor televisi itu ditutup. Tiga polisi dilaporkan terluka setelah terlibat bentrok dengan demonstran.
Perdana Menteri Gordon Brwon mengatakan pemilihan panelis merupakan urusan
BBC. Namun dia mengatakan kemunculan Griffin akan menyerang balik partai berhaluan kanan yang dipimpin pria berumur 50 tahun itu.
Diane Abbott, anggota parlemen perempuan pertama dari kalangan kulit hitam, mengatakan kemunculan Griffin adalah sebuah kesalahan dan menjijikkan.
(jri)