Getting Time...

Dikremasi Setelah 30 Tahun Meninggal

Anton Suhartono
Rabu, 28 Oktober 2009 14:20 wib
Helen Smith (Foto: Telegraph)
Helen Smith (Foto: Telegraph)
LONDON - Helen Smith akhirnya dapat beristirahat tenang. Perempuan Inggris itu sudah 30 tahun meninggal, namun sang ayah menolak menguburkan atau mengkremasi jenazahnya.

Sejak kematiannya pada 1979, jenazah Helen hanya disimpan di kamar mayat di Kota Leeds, Inggris.

Ron Smith, ayah Helen, meminta putrinya yang tewas di Arab Saudi itu dikubur saat dirinya masih hidup. Ron sendiri sudah menginjak usia 83 tahun dan kondisi kesehatannya memburuk. Demikian seperti diberitakan Telegraph, Rabu (28/10/2009).

Pejabat Arab Saudi menyatakan Helen tewas karena kecelakaan. Namun Ron meyakini anaknya yang saat meninggal berusia 23 tahun itu tewas karena kekerasan seksual yang dilakukan kapten kapal berkebangsaan Belanda.

Pengadilan Arab Saudi menyatakan Helen meninggal karena jatuh dari balkon sebuah gedung.

Keyakinan Ron itu didasarkan keterangan seorang saksi mata yang menyatakan tidak melihat ada orang yang jatuh saat itu. Di tengah keraguan penyebab kematian anaknya, Ron melarang anaknya dikubur dan meniympannya di kamar mayat. Sejak itu, dia mengampanyekan adanya motif pembunuhan di balik kematian Helen.

Ron pergi Jeddah tiga tahun setelah kematian anaknya. Tujuannya meminta Pengadilan Koroner mengubah keputusannya dan meminta dilakukan penyelidikan ulang. Namun usahanya itu gagal.

Setelah desakan dari keluarga, termasuk mantan istri Ron yang juga ibu kandung Helen, akhirnya perempuan yang semasa hidup berprofesi sebagai perawat itu dikremasi.

Helen diyakini sebagai jenazah terlama yang tidak dikubur atau dikremasi di Inggris.

Upacara kremasi akan dilakukan di Krematorium Wakefield bulan depan. Beberapa hari kemudian abunya akan ditabur dekat Ilkley.

"Mantan istri saya dan keluarga memutuskan inilah saat yang tepat. Saya akan hadir dan saya akan sangat emosional sekali. Ini sudah 30 tahun berlalu," ungkap Ron.(ton)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit