Getting Time...

PBB Terlibat Kejahatan Perang

Nurfajri Budi Nugroho
Rabu, 04 November 2009 11:25 wib
(Foto: Press TV)
(Foto: Press TV)
NEW YORK - Sebuah kelompok pembela hak asasi manusia mengatakan, misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kongo (MONUC) tidak melakukan apapun untuk menghentikan pembunuhan terhadap warga sipil oleh serdadu Kongo di wilayah timur negeri itu.

Human Rights Watch (HRW) dalam laporannya mengatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah itu tidak menghentikan aksi para tentara memenggal leher kaum pria dan memperkosa gadis-gadis muda.

"Sikap MONUC itu membuat mereka terlibat dalam pelanggaran hukum perang," tulis laporan HRW, yang dikutip lewat Press TV, Rabu (4/11/2009).

HRW juga menuduh militer Kongo membunuh lebih dari 500 warga sipil dalam beberapa bulan terakhir di kawasan itu.

"Beberapa serdadu militer Kongo melakukan kejahatan perang dengan menyasar target yang seharusnya mereka lindungi."

Di timur Kongo, kelompok pemberontak Uganda, Tentara Perlawanan Tuhan (Ugandan Lord's Resistance Army/LRA) dan para ekstrimis Hutu dari Democratic Front for the Liberation of Rwanda (FDLR) telah menyebabkan penderitaan tak terkira bagi ribuan warga sipil.

Kongo melancarkan serangan pada Januari lalu terhadap para milisi, yang telah mengacaukan kawasan Danau Besar selama bertahun-tahun. Beberapa gerilyawan bahkan berpartisipasi dalam genosida tahun 1994 di Rwanda.

Wilayah timur Kongo telah mengalami siklus kekerasan tak berkesudahan semenjak perang dimulai pada 1998. Konflik itu telah mengakibatkan hilangnya nyawa 5,4 juta jiwa.(jri)
TWITTER »
twit