Aung San Suu Kyi (Foto: AP)
SINGAPURA - Penguasa militer Myanmar kemungkinan akan segera melepaskan ikon prodemokrasi Aung San Suu Kyi, sehingga perempuan itu bisa berperan dalam pemilihan umum tahun depan.
Pernyataan yang diungkapkan pejabat Kementerian Luar Negeri Min Lwin itu tidak berbeda dengan pernyataan samar-samar oleh junta dalam beberapa tahun ini untuk membebaskan Suu Kyi. Namun sayang tidak dijelaskan kapan waktu pembebasan, begitu pula sejauh ini belum ada langkah konkret terkait isyarat itu.
"Ada rencana untuk melepaskan dia segera, sehingga dia dapat mengorganisir partainya," kata Min Lwin kepada Associated Press di Bandara Manila sebelum bertolak ke Singapura untuk menuju Yangon, Senin (9/11/2009).
Sayangnya dia menolak menjelaskan lebih rinci, dan tidak jelas apakah pembebasan itu berarti Suu Kyi diizinkan berkampanye.
Suu Kyi telah ditahan selam 14 tahun dalam 20 tahun terakhir ini. Peraih Nobel Perdamaian itu tidak dapat berbicara di muka umum semenjak ditahan pada Mei 2003. Pengadilan baru-baru ini kembali menjatuhkan hukuman tahanan rumah kepada dia, setelah seorang warga negara Amerika Serikat menyusup ke rumahnya.
Vonis terakhir itu ditujukan untuk mencegah dia berpartisipasi dalam pemilu tahun depan, yang merupakan pesta demokrasi pertama dalam dua dekade terakhir.(jri)