o1 o2

International


Obama, Pilih Iran Atau Israel!

Selasa, 10 November 2009 - 15:52 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Shane Bauer dan Sarah Shourd, dua dari tiga warga AS yang ditahan (Foto: Guardian)

ISTANBUL - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menolak tawaran Barack Obama untuk memperbarui hubungan Washington dan Teheran tadi malam, dengan membuat syarat agar AS memutuskan dukungan terhadap Israel.

Dikutip dari Guardian, Selasa (10/11/2009), dalam jumpa pers di Istanbul Ahmadinejad mengatakan bahwa Obama telah gagal memenuhi janji perubahan dalam kebijakan luar negeri AS. Pemimpin Iran yang bersahaja itu juga mengatakan Obama harus memilih antara Israel dan hubungan dengan Iran.

"Perubahan harus terjadi dalam praktiknya. Perubahan apa yang telah terjadi? Apakah Teluk Guantanamo telah ditutup? Apakah kebijakan AS mendukung Zionis dan pembunuhan massal warga Palestina dihentikan? Apakah kebijakan AS di Afghanistan telah berubah? Apakah kebijakan di Irak telah berganti?" tanya Ahmadinejad.

Obama, menurut Ahmadinejad, harus mengambil keputusan dan perubahan besar. Dia tidak bisa mengumpulkan dukungan dari rezim pembunuh Zionis sekaligus negara-negara di kawasan.

"Memperoleh persahabatan dari negara-negara di kawasan tidak cocok dengan persahabatan rezim Zionis. Saya tahu bahwa melepaskan rezim Zionis adalah pilihan dan tugas yang sulit. Namun dia harus menghadapi Zionis dan sesungguhnya perubahan tidak akan terjadi kecuali pilihan besar itu diambil."

Pernyataan Ahmadinejad itu muncul beberapa jam setelah jaksa di Teheran mengumumkan tuduhan terhadap tiga warga negara AS yang diduga melakukan spionase.

Ketiga warga AS itu, Shane Bauer (27), Sarah Shourd (31), dan Josh Fattal (27), telah ditahan selama hampir dua bulan setelah ditangkap dengan tuduhan memasuki Iran melalui Irak.

Pihak keluarga menegaskan ketiga warga AS itu tersesat masuk ke Iran ketika berjalan kaki. Tuduhan Teheran itu juga mendapat kecaman dari Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton. "Kami sangat yakin tidak ada bukti untuk mendukung segala tuduhan atau apapun juga," kata Hillary di Berlin.(jri)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4