Getting Time...

Pekan Perceraian di Kota Romantis

Rabu, 11 November 2009 11:37 wib
(ist)
(ist)
PARIS - Apa jadinya jika sebuah kota yang selama ini dikenal romantis tiba-tiba menggelar sebuah acara nyeleneh, pekan raya perceraian? Aneh memang.

Tapi inilah yang terjadi di Paris, Prancis. Memang aneh rasanya ketika Paris menggelar pekan perceraian yang diberi judul The New Start atau awal baru.

Kota yang selama ini dikenal penjuru dunia sebagai kota romantis dengan kisah-kisah cintanya yang indah, tiba-tiba membuat sebuah event yang jauh sekali dari kata romantis dan indahnya jalan merajut cinta. The New Start dibuka pada Minggu (08/11) silam.

Acara ini tentu saja bukan acara di mana banyak sidang cerai di mana-mana. Dalam ajang tersebut, penyelenggara membuka kesempatan bagi tak kurang dari 60 pasangan suami-istri yang pernikahannya sedang berada di ujung tanduk, maupun pasangan yang telah resmi bercerai.

Sebagai penyempurna pekan perceraian, panitia juga mengajak sejumlah agen penasihat pernikahan dan beberapa biro jodoh.

Meskipun berjudul pekan perceraian, namun, di event ini, para pengunjung yang ingin mengetahui seluk-beluk kehidupan pernikahan dapat mengikuti beragam seminar dan konferensi yang telah dijadwalkan penyelenggara. Beberapa tema seminar pun cukup unik. Dua di antaranya bertajuk "Pengaruh Operasi Plastik dalam Membentuk Kembali Penampilanmu" dan "Perceraian Apa yang Harus Dilakukan Pengacara?"

Lantas dari manakah ide ini berasal? Penyelenggara event ini, Briggite Gaumet, mengungkapkan, ide untuk menggelar pekan perceraian ini justru muncul dari tokoh nomor satu di Prancis, Presiden Nicolas Sarkozy. Gaumet mengungkapkan, perceraian kedua kali Sarkozy dari istrinya, Cecilia sangat menarik. Apalagi, pasangan ini bercerai hanya sebulan setelah Sarkozy resmi dilantik sebagai Presiden Prancis.

Sarkozy kini menikah lagi dengan model berdarah Italia Carla Bruni. "Jelas sekali bagi saya bagaimana pernikahan saat ini telah kehilangan nilainya dan hanya menjadi peristiwa biasa saja dalam kehidupan," ungkap Gaumet.

Gaumet patut bersyukur, karena ide dan pemikirannya turut didukung pula oleh laporan statistik yang disusun National Institute of Demographic Studies Prancis.

Institusi pendidikan ini mencatat bahwa pada 2007 saja telah terjadi sekitar 130.000 kasus perceraian yang menimpa pasangan Prancis. Angka ini, jika dibandingkan dengan tiga dekade lalu, bisa dipastikan bahwa meningkat tajam. Tiga puluh tahun lalu, mahasiswa jurusan demografi mencatat hanya ada sebanyak 50.000 pasangan Prancis resmi bercerai.

"Semakin banyak pasangan bercerai dan semakin banyak pula duda dan janda yang ingin mengetahui bagaimana caranya menjalin hubungan yang baru ataupun rujuk dengan mantan pasangannya," ujar Gaumet.

Hingga hari ini, panitia mencatat sebanyak 4.000 warga Paris dan sekitarnya telah menyempatkan diri untuk mengunjungi The New Start. "Jumlah ini menunjukkan keberhasilan untuk ukuran penyelenggaraan pertama," paparnya.

Dari ribuan pasangan yang menengok pekan perceraian, hadirlah Charles Rene dan Verena Carlo. Keduanya berstatus menikah, namun, dengan pasangan yang berbeda. Rene telah memiliki istri, begitu juga Carlo yang menyandang status sebagai istri seorang pria. Rene dan Carlo bertekad berpisah dari pasangannya masing-masing, dan membangun hidup baru berdua. Untuk itu, mereka datang ke The New Start untuk memperoleh bantuan dalam penanganan proses perceraian.

"Aku menemukan kesulitan untuk memilih pengacara yang baik. Acara ini membantuku memilih seorang pengacara tanpa harus berkutat dengan buku telepon," ungkap Rene.

Seorang manajer stan di festival itu, Sidonie Morlet memperhatikan bahwa sebagian besar pengunjung pekan perceraian terdiri dari wanita. Pekan perceraian ini pun lantas terlihat, seperti pameran pernikahan. "Perbedaan yang paling mencolok, jika Anda datang ke pameran pernikahan, pastinya Anda akan sibuk mencatat diri hingga terlihat cantik mengenakan gaun pengantin pilihan. Sedangkan di pekan perceraian ini, pengunjung berusaha berdandan secantik mungkin untuk memikat lawan jenis," ujar Morlet.(Koran SI/Koran SI/jri)
TWITTER »
twit