Katsuya Okada bertemu Hillary (Foto: Press TV)
SINGAPURA - Washington dan Tokyo akan segera mencapai kesepakatan mengenai status pangkalan militer Amerika Serikat yang kontroversial di Kepulauan Okinawa, Jepang.
"Kami katakan bahwa kami akan mencapai sebuah konklusi (mengenai Pangkalan Udara Korps Marinir Futenma) secepatnya," kata Menlu Jepang Katsuya Okada, usai bertemu Menlu AS Hillary Clinton, seperti dikutip dari Press TV, Kamis (12/11/2009).
Kedua pejabat yang bertemu di sela-sela KTT APEC di Singapura mengatakan bahwa sebuah kelompok kerja tingkat menteri akan membahas isu tersebut.
Perdana Menteri Yukio Hatoyama mengatakan, Pangkalan Udara Futenma, yang terletak di wilayah padat penduduk di Kota Okinawa, tidak akan direlokasi ke sebuah wilayah pantai sebagaimana disepakati sebelumnya, namun dipindahkan keluar Okinawa, atau bahkan keluar dari Jepang.
Kehadiran pasukan AS di kepulauan itu telah berulang kali menimbulkan kemarahan di antara penduduk lokal. Pekan lalu, ribuan orang menggelar unjuk rasa untuk memprotes kehadiran pasukan AS di Okinawa.
Penduduk setempat berpandangan pangkalan itu merupakan sumber kejahatan, keributan, polusi, dan kecelakaan. Salah satu kasus tragis yang menyalakan kemarahan adalah pemerkosaan terhadap seorang pelajar oleh tiga serdadu AS pada 1995.(jri)