Aung San Suu Kyi (Foto: AP)
YANGON - Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi mengajukan permohonan untuk bertemu pemimpin tertinggi rezim militer.
Dalam sebuah surat bertanggal 11 November, dan diperoleh Reuters hari ini, Senin (16/11/2009), peraih Nobel Perdamaian berusia 64 tahun itu menyatakan keinginan untuk bekerja sama dengan pemerintahan Jenderal Than Shwe dalam kepentingan negara.
Berita mengenai surat itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Barack Obama menawarkan Myanmar hubungan yang lebih baik dengan Washington, jika negeri di Asia Tenggara itu mengupayakan reformasi demokratis dan membebaskan para tahanan politik, termasuk Suu Kyi.
"Saya ingin mengajukan permintaan untuk bertemu anda, sehingga kita bisa berbicara tentang kerja sama dengan Dewan Perdamaian dan Pembangunan Negara dalam kerja sama untuk kepentingan negara," tulis Suu Kyi dalam suratnya.
Jika permintaan itu dikabulkan, maka akan menjadi pertemuan Suu Kyi yang pertama kali dengan orang terkuat di Myanmar semenjak penahanan dirinya tahun 2003.(jri)