Getting Time...

Warga Palestina Dijadikan 'Kelinci Percobaan'

Nurfajri Budi Nugroho
Selasa, 17 November 2009 13:50 wib
(Foto: Press TV)
(Foto: Press TV)
KAIRO - Perilaku kejam Israel terhadap warga Palestina terus terungkap. Terbaru, Israel dilaporkan menjadikan warga Palestina sebagai kelinci percobaan, untuk menguji efektivitas obat yang baru diproduksi industri kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan lembaga pemantau HAM Sawasya Center for Human Rights yang berbasis di Kairo, yang dikutip dari Press TV, Selasa (17/11/2009).

Menurut Pusat Informasi Palestina, Sawayasa menyebutkan tahanan bernama Zuhair al-Iskafi dan beberapa tahanan lainnya menerima suntikan yang mengakibatkan hilangnya seluruh rambut di kepala dan tubuh. Dalam dunia medis, kondisi itu disebut sebagai alopecia universalis.

Sawasya meminta organisasi-organisasi pembela hak asasi manusia dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengirimkan delegasi ahli medis ke Israel untuk memeriksa tahanan Palestina yang diduga menjalani tes ini.

Isu tahanan Palestina di penjara-penjara Israel secara terus menerus ditutup-tutupi oleh masyarakat internasional.

Sebuah laporan yang disiapkan oleh Menteri Palestina Urusan Tawanan Palestina menyatakan bahwa 700.000 telah ditahan sejak tahun 1967 dan hampir 50.000 sejak kerusuhan kedua tahun 2000.

Hari ini, sebanyak 9.850 orang ditahan di 30 penjara dan pusat-pusat penahanan di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki. Dari jumlah tersebut, 105 adalah wanita dan 359 lainnya anak-anak.

Beberapa waktu lalu sebuah media Swedia, Aftonbladet, mengungkapkan penjualan organ tubuh warga Palestina oleh militer Israel. Para serdadu negeri Yahudi itu menculik para pemuda Palestina dan mengembalikan mereka dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tubuh yang telah dimutilasi.(jri)
TWITTER »
twit