PM Thailand Abhisit Vejjajiva (Foto: Daylife)
BANGKOK - Kepolisian Thailand memperketat pengamanan terhadap Perdana Menteri (PM) Abhisit Vejjajiva setelah muncul ancaman pembunuhan dalam rencana kunjungan ke Chiang Mai pekan depan.
Ancaman pembunuhan kepada Abhisit datang dari salah seorang pendukung keras mantan PM Thaksin Shinawatra. Pria yang diketahui bernama Petchawat Wattanapongsirikul tersebut mengeluarkan ancaman saat menggelar acara radio show di sebuah radio komunitas awal November lalu.
Petchawat yang juga salah seorang pemimpin kelompok Kaus Merah (sebutan bagi pendukung Thaksin) mengatakan Abhisit harus berhati-hati saat mengunjungi Chiang Mai karena dia akan menabrakkan bom mobil ke arah Abhisit saat sang PM mengunjungi kota kelahiran Thaksin tersebut. Abhisit akan berada di Chiang Mai 28 November mendatang untuk menghadiri pertemuan perdagangan.
Menanggapi ancaman tersebut, juru bicara Partai Demokrat dan Abhisit, Boonyod Sooktinthai, sudah mengajukan tuntunan ke polisi terhadap Pechawat. "Dalam rekaman radio yang kita dapatkan, pada 3 November lalu Petchawat mengatakan bahwa ada sebuah bom mobil yang siap diledakkan untuk membunuh Abhisit saat dia datang di Chiang Mai," tutur Boonyod.
Boonyod menambahkan bahwa Petchawat tidak hanya sekali menyebut soal pembunuhan terhadap Abhisit. Pada radio show lain 13 November lalu, Petchawat juga mengajak seluruh pendukung Thaksin untuk turun ke jalan selama Abhisit mengunjungi Chiang Mai dan meminta Abhisit untuk berhati-hati. Hingga kini, Petchawat belum memberi komentar apa pun tentang ancaman pembunuhan tersebut.
Namun, pemimpin lain Kaus Merah Kanyaphak Maneechak menegaskan bahwa anggota kelompoknya tidak mungkin melakukan upaya pembunuhan terhadap Abhisit. Dia meyakini Petchawat hanya bergurau tentang ancaman pembunuhannya. Kanyaphak justru menuding ancaman itu sengaja dibesar-besarkan pemerintah agar mereka memiliki alasan khusus untuk mengerahkan sebanyak mungkin petugas keamanan di Chiang Mai.
Diperkirakan, akan ada 10.000 tentara yang mengawal kunjungan Abhisit ke sana. "Kaus Merah tidak senang dengan kunjungan Abhisit, jadi dia harus berhati-hati. Ada banyak pendukung Kaus Merah di kota itu, tapi pemerintah juga harus mengantisipasi adanya pihak ketiga yang memanfaatkan keadaan selama kunjungan Abhisit," papar Kanyaphak.
Senada dengan Kanyaphak, pemimpin lain Kaus Merah, Jatuporn Prompan, juga menuduh pemerintah sengaja memperkeruh kondisi panasnya perpolitikan Thailand dengan menyinggung-nyinggung upaya pembunuhan. Kendati bantahan terus dilakukan Kaus Merah, juru bicara Pemerintah Thailand Panitan Wattanayagorn menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan ancaman tersebut, tetapi mereka juga menegaskan ancaman itu tidak akan sampai memengaruhi rencana kunjungan Abhisit ke Chiang Mai.
"Tidak ada yang berubah. Petugas keamanan akan mengambil alih dan menjaga PM. Ancaman pembunuhan bukan hanya datang kali ini, tapi sudah terjadi berkalikali," ucapnya. Ancaman pembunuhan itu membuat satuan pengaman PM waspada. Pengamanan ekstraketat terlihat saat Abhisit mengunjungi tiga provinsi di wilayah utara Thailand, yaitu Sukhothai, Phitsanulok, dan Phichit, kemarin. Sedikitnya 1.500 polisi dan relawan keamanan dikirim untuk mengawal kunjungan Abhisit ke sana.
Abhisit mendatangi ketiga provinsi dalam rangka inspeksi kinerja pemerintahannya. Di luar rencana kunjungan Abhisit ke Chiang Mai, pendukung Thaksin akan tetap melanjutkan rencana mereka untuk kembali turun ke jalan. Demo ini rencananya bakal digelar selama lima hari mulai 28 November mendatang. Sebagaimana pada aksi demo sebelumnya, mereka akan menuntut Abhisit untuk mundur dari jabatannya dan meminta pengampunan terhadap Thaksin yang dikenai hukuman dua tahun penjara karena kasus korupsi. (Koran SI/Koran SI/mbs)