o1 o2

International


Pencari Suaka di Australia Bentrok

Selasa, 24 November 2009 - 10:05 wib
text TEXT SIZE :  
Share
(Foto: Reuters)

SYDNEY - Australia mengetatkan keamanan di pusat imigrasi utama di Pulau Christmas setelah terjadi kerusuhan antara 150 orang pencari suaka yang ditahan di sana. Sedikitnya 37 orang terluka karena para perusuh saling memukulkan tongkat pembersih kolam, sapu, dan ranting pohon.

Kerusuhan antara pencari suaka asal Afghanistan dan Sri Lanka itu diduga akibat kecemburuan karena pihak lain lebih banyak mendapat izin tinggal. Menteri Imigrasi Australia Chris Evans menjelaskan, keamanan akan ditingkatkan untuk mencegah kerusuhan massal antara para pencari suaka asal Afghanistan dan Sri Lanka di barat laut Australia tersebut.

Polisi Federal Australia juga sedang menyelidiki penyebab kerusuhan yang mengakibatkan tiga orang yang ditahan di pulau tersebut terluka serius. Ketiga orang itu lantas diterbangkan ke Perth untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Mereka akan dimintai keterangan tentang siapa saja yang memicu kerusuhan tersebut.

"Jelas, keamanan di pusat pencari suaka itu akan diketatkan demi memastikan kita tidak mengalami kejadian semacam itu lagi," kata Evans kepada parlemen kemarin.

Kerusuhan itu terjadi setelah datangnya lebih banyak pencari suaka yang menggunakan perahu penyelundup manusia dalam beberapa pekan terakhir.

Hal itu juga berlangsung setelah pemulangan kembali sejumlah warga Sri Lanka karena mereka terbukti bukan sebagai pengungsi. "Sebagian warga Sri Lanka yang kami curigai akan dikirim kembali ke negara mereka. Ketegangan dapat terjadi karena sebagian besar warga Afghanistan yang ditahan di sini memiliki status pengungsi dan diberikan izin menetap di Australia," tutur Evans.

Keputusan Australia untuk lebih banyak menerima permintaan suaka warga Afghanistan mungkin membuat warga Sri Lanka iri. "Tapi, yang pasti, perkelahian yang terjadi antara sebagian tahanan ini akan diselidiki polisi. Kami hanya menduga tentang penyebab kerusuhan tersebut," katanya.(Koran SI/Koran SI/jri)

o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4