o1 o2

International


China dan Korut Perkuat Aliansi

Selasa, 24 November 2009 - 10:11 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Parade militer Korut (Foto: Reuters)

SEOUL - China dan Korea Utara (Korut) sepakat memperkuat aliansi pertahanan kedua negara. Kesepakatan itu tercapai dalam perundingan kedua negara komunis itu di Pyongyang.

Menteri Pertahanan China Liang Guanglie datang dan menggelar perundingan bersama Menteri Pertahanan Korut Kim Yongchun, Minggu (22/11). Liang mengatakan dalam resepsi yang diselenggarakan Kim Yong-chun, hubungan bilateral mereka sudah "menyatu di dalam darah" sejak pasukan China bertempur membantu Korut dalam Perang Korea 1950-53.

"Tidak ada kekuatan di bumi ini yang bisa memecahkan persatuan tentara dan rakyat kedua negara, dan hubungan itu akan terus berlangsung," kata Liang seperti dilaporkan KCNA.

Menurut Kim Yong-chun, kesepakatan kemarin memperbaiki konsolidasi militer dan rakyat Korut dan mengembangkan persahabatan antara China dan Korut yang tetap siap dalam menghadapi semua tantangan sejarah.

KCNA melaporkan, Liang tiba di Pyongyang dengan pesawat pada hari Minggu untuk melakukan peninjauan penghormatan, menghadiri jamuan, dan menyerahkan cenderamata untuk pemimpin Korea Utara Kim Jong-Il. Media negara China pada Jumat (20/11) melaporkan bahwa Liang akan melakukan kunjungan ke tiga negara Ko-rut, Jepang, dan Thailand, dari Minggu sampai 5 Desember.

Kunjungan Liang bertepatan sebelum kunjungan utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Korut, Stephen Bosworth, yang dijadwalkan pada 8 Desember mendatang. Bosworth akan membujuk Pyongyang kembali ke meja perundingan penghancuran senjata nuklir. Korut keluar dari perundingan enam negara (Korut, Korea Selatan, China, Rusia, AS, dan Jepang) pada April, satu bulan sebelum melakukan uji coba senjata nuklir yang kedua.

Pyongyang pada bulan lalu menyatakan akan kembali ke meja perundingan lantaran hubungan bilateral dengan AS mengalami kemajuan. Pendekatan China terhadap Korut cukup berubah pada akhirakhir ini. Buktinya, di Dewan Keamanan PBB, China bergabung untuk mendukung sanksi yang lebih keras kepada Pyongyang. Namun China sangat menentang langkah-langkah yang dapat memicu ketegangan di semenanjung Korea.

Rodong Sinmun, harian milik partai komunis Korut, kemarin menuding konflik antara Korut dan Korsel pada awal bulan sebagai skenario Washington-Seoul untuk menyulut perang baru. Korut sejak dulu berjanji akan menempuh langkah militer tanpa ampun jika perbatasan Laut Kuning dilanggar Korsel. Pyongyang pun memperingatkan Seoul akan membayar mahal jika kembali terjadi pertempuran kapal laut di masa mendatang.(Koran SI/Koran SI/jri)

o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4