Getting Time...

Barghouti Calon Pemimpin Palestina?

Nurfajri Budi Nugroho
Rabu, 25 November 2009 11:27 wib
Marwan Barghouti (Foto: electronicintifada.net)
Marwan Barghouti (Foto: electronicintifada.net)
TEPI BARAT - Dari 11.000 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, Marwan Barghouti mungkin merupakan yang paling penting. Dia merupakan salah satu pemimpin Palestina paling kharismatik dan memiliki kemampuan untuk mempersatukan kelompok Fatah dan Hamas.

Seperti dikutip dari Euronews, Rabu (25/11/2009), saat ini dia menjalani lima tahun masa tahanan karena dituduh mengotaki serangkaian serangan di Israel.

Ketika ditahan pada April 2002, dan pemerintahan Ariel Sharon melihat dia sebagai pemimpin Brigade Martir Al Aqsa, sebuah kelompok perjuangan yang membela hak-hak rakyat Palestina. Barghouti selalu membantah terkait hal tersebut, namun dia memuji serangan-serangan yang dilakukan terhadap target-target Israel.

Pada Mei 2001, Israel membombardir Tepi Barat. Ketika itu, Barghouti memimpin Fatah di wilayah tersebut. Sebagai tokoh, dia mengutuk penggunaan pesawat-pesawat tempur untuk menyerbu wilayah caplokan.

"Ini adalah pertama kali kami diserang oleh pesawat tempur Israel," kata Barghouti ketika itu. "Pesawat yang dipakai adalah F-16. Ini adalah peningkatan situasi yang sangat berbahaya. Ini akan memicu reaksi lebih banyak rakyat Palestina."

Tinggal di penjara Israel atau gerakan Intifadah bukanlah hal baru bagi Barghouti. Dia mengorganisir Intifadah pertama sejak 1987 hingga 1992. Sebelum dipenjara, dia memimpin unjuk rasa di Tepi Barat ke pos-pos pemeriksaan Israel dan mengecam kebijakan-kebijakan Israel.

Meski mendekam di balik jeruji besi, Barghouti melanjutkan peran politing penting dan menyerukan Fatah dan Hamas mengakhiri perseteruan. Banyak yang beranggapan Barghouti akan maju dalam pemilu presiden, jika nantinya dia dibebaskan setelah kesepakatan pertukaran tahanan dengan pembebasan serdadu Israel Gilad Shalit.(jri)
TWITTER »
twit