(Foto: Reuters)
MADRID - Kepolisian Spanyol menangkap sedikitnya 34 orang dalam operasi menumpas kelompok-kelompok pemuda yang diduga terkait kelompok teroris Basque ETA, Selasa waktu setempat.
Aparat keamanan menyerbu sejumlah lokasi di negara bagian Basque dan wilayah Navarra di utara Spanyol, termasuk para pemimpin Segi yang merupakan organisasi teroris terlarang.
Madrid menegaskan sikap untuk menutup jaringan kelompok-kelompok separatis garis keras.
"Operasi ini memenuhi tiga sasaran fundamental dalam perjuangan menentang terorisme. Pertama, untuk mencegah kelompok-kelompok yang telah dianggap ilegal oleh Mahkamah Agung untuk mengorganisir diri kembali. Ini adalah kasus untuk Batasuna dan Segi. Kedua, untuk mencegah sebuah akademi, dan itu yang telah kami lakukan dengan operasi ini. Ketiga, memerangi kekerasan di daerah kota yang dilakukan Segi untuk ETA," papar Alfredo Perez Rubalcaba, Menteri Dalam Negeri Spanyol, dikutip dari Euronews, Rabu (25/11/2009).
Sabtu lalu, sayap organisasi terlarang ETA, Batasuna, mendesak dimulainya dialog damai antara kelompok separatis itu dan Madrid.
Pemimpin Batasuna Arnaldo Otegi kini masih ditahan polisi setelah ditangkap bulan lalu. Namun Spanyol mewaspadai segala urusan dengan ETA setelah gagalnya proses damai terakhir. Proses itu berakhir dalam beberapa bulan di tahun 2006, menyusul pengeboman Bandara Madrid yang menewaskan dua orang.
Asal tahu saja, ETA didirikan pada masa kepemimpinan diktator Francisco Franco 50 tahun lalu. Kelompok ini diyakini terlibat dalam tewasnya lebih dari 800 orang, dalam perjuangan mendirikan negara Basque merdeka.(jri)