o1 o2

International


Otak Pembantaian Politik Filipina Menyerah

Kamis, 26 November 2009 - 12:45 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Andal Ampatuan digiring aparat (Foto: Reuters)

MANILA - Anggota keluarga politisi berkuasa di selatan Filipina, yang diduga menjadii otak pembantaian terkait pemilu terhadap 57 orang, menyerahkan diri kepada aparat keamanan.

Andal Ampatuan Jr, yang juga menjabat wali kota Datu Unsay, diterbangkan dengan helikopter militer dari ibu kota Provinsi Maguindanao, di mana dia diserahkan oleh saudaranya kepada seorang pejabat senior pemerintah dan jenderal militer di kawasan itu.

Dikutip dari Reuters, Kamis (26/11/2009), penyerahan diri itu terjadi beberapa hari setelah 100-an pria bersenjata menyerang sebuah konvoi yang membawa para pendukung salah satu anggota klan Mangudadatu yang akan mencalonkan diri sebagai gubernur dalam pemilu tahun depan.

Tidak semua korban berhasil diidentifikasi, namun diyakini 22 di antaranya (versi lain menyebut 12 orang) adalah wartawan. Insiden tersebut merupakan serangan yang paling mematikan di dunia terhadap para jurnalis.

Perang antarklan biasa terjadi di selatan Filipina, dan keluarga Mangudadatu menyalahkan pendukung klan Ampatuan atas pembantaian tersebut. Menurut rencana, Andal Ampatuan juga akan bertarung dalam perebutan kursi gubernur.

Dalam pembantaian itu, para pelaku mengumpulkan korban-korban mereka ke sebuah lereng bukit terpencil dan menyerang dengan senapan M-16 dan golok.

Sedikitnya 10 dari korban tewas adalah pengendara motor yang melewati perbukitan itu dan menyaksikan penculikan.(jri)

o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4