o1 o2

International


Kecelakaan Kereta Diduga Ulah Teroris

Minggu, 29 November 2009 - 09:34 wib
text TEXT SIZE :  
Share

MOSKOW - Pemerintah Rusia terus melakukan investigasi terhadap penyebab kecelakaan kereta api Nevsky Express yang menewaskan 26 orang, Jumat (27/11/2009) silam.

Investigasi kini mengarah kepada kemungkinan adanya sabotase atau tindak terorisme. Kereta api Nevsky Express tergelincir dari relnya saat melintasi Kota Bologoye yang merupakan perbatasan Provinsi, Novgorod dan Tver, sekira 350 kilometer dari Moskow. Kereta yang berangkat dari Moskow tersebut tengah menuju St Petersburg dan membawa 663 penumpang yang terbagi dalam 14 gerbong. Selain 26 korban tewas, sebanyak 100 lainnya mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit sementara itu 19 penumpang masih belum diketahui keberadaannya.

Dugaan adanya sabotase ataupun tindakan teroris muncul setelah penyelidik menemukan lubang besar di dekat salah satu rel. Lubang tersebut disinyalir menjadi bekas ledakan bom. "Ada bukti yang sangat kuat kalau salah satu penyebab tergelincirnya kereta adalah karena ledakan. Kami menemukan lubang berdiameter sekira satu meter yang berada di dekat jalur rel. Bukti ini bisa mengarah ke tindakan teroris," tutur Presiden Jawatan Kereta Api Rusia Vladimir Yakunin. Adanya ledakan juga dikuatkan saksi mata. Salah satu penumpang mendengar ledakan keras sebelum kereta tergelincir, tapi keterangan ini justru dibantah beberapa saksi lainnya.

"Kejadiannya sangat mengerikan. Saya yakin kalau aksi terorisme berada di balik kecelakaan ini karena saya mendengar sebuah ledakan," jelas salah seorang penumpang Vitaly Rafikov. Kecelakaan kereta api akibat sabotase memang pernah terjadi beberapa kali. Pada 13 Agustus 2007 lalu, kereta api Nevsky Express juga tergelincir setelah sebuah ledakan membuat kereta tersebut tergelincir dari relnya. Insiden tersebut tidak memakan korban jiwa, tetapi sebanyak 60 penumpang harus mengalami luka-luka. Nevsky Express menjadi incaran karena kereta mewah ini mengangkut penumpang kelas atas Rusia dari pengusaha hingga pejabat pemerintah. Pada Desember 2003, serangan bom bunuh diri juga terjadi di sebuah kereta komuter di dekat Chechnya yang menewaskan 44 penumpang.

Insiden lain terjadi pada Juni 2005 saat sebuah bom diletakkan di sebuah kereta yang sedang melaju dari Chechnya menuju Moskow. Aksi terorisme di Rusia meningkat tajam setelah Uni Soviet ambruk pada 1991 dan negara tersebut terpecah-pecah.

(Koran SI/Koran SI/mbs)

o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4