(Foto: Reuters)
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah memutuskan penambahan jumlah pasukan yang akan dikirim ke wilayah perang Afghanistan.
Kepada pemimpin militer senior, Obama menyampaikan keputusan yang telah lama dinantikan itu pada Minggu malam. Obama kini akan menjelaskan rencana itu kepada pemimpin Inggris, Prancis, dan Rusia.
Langkah tersebut muncul setelah Perdana Menteri Inggris Gordon Brown memastikan akan mengirim 500 pasukan tambahan ke Afghanistan.
Berdasarkan laporan media-media di AS, sebagaimana dikutip dari BBC, Obama akan mengumumkan penambahan 30.000 pasukan ke Afghanistan dan hal itu akan disampaikan melalui siaran televisi pada hari ini, Selasa (1/12/2009).
Presiden AS itu mempertimbangkan permintaan dari komandan militer AS di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal, untuk menambah 40.000 serdadu.
Obama bertemu Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Wakil Presiden Joe Biden pada Minggu malam. Dia juga berbicara dengan para staf senior, termasuk Menteri Pertahanan Robert Gates dan Penasihat Keamanan Nasional James Jones, sebelum menggelar konferensi videophone dengan Jenderal McChrystal dan Karl Eikenberry, duta besar untuk Afghanistan.
Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, yang kini tengah mengunjungi Washington DC, telah mendapatkan pemberitahuan langsung dari Obama.
AS kini memiliki 68.000 pasukan di Afghanistan. Sementara jumlah pasukan asing di negeri itu mencapai lebih dari 100.000.
Dalam pidatonya nanti, Obama juga diharapkan untuk menyampaikan kepada publik AS mengenai perlunya keterlibatan AS di Afghanistan dan berapa lama itu akan berlangsung.(jri)